Rasa Bersalah Narapidana Korupsi
MIFTAKHUL ILMI, Avin Fadilla Helmi, Dr., M.Si.
2018 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIKorupsi merupakan permasalahan bangsa Indonesia yang belum terselesaikan hingga saat ini. Memberi hukuman pidana merupakan salah satu cara pemerintah dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagaimana hukuman pada umumnya, hukuman pidana dapat membawa efek pengondisian klasik berupa emosi negatif, salah satunya rasa bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam rasa bersalah yang dialami oleh narapidana korupsi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Selain evaluasi negatif terhadap perilaku dan kecenderungan perilaku perbaikan, hasil wawancara semi terstruktur menunjukkan bahwa rasa bersalah yang dialami oleh narapidana korupsi mengalami perluasan. Rasa bersalah yang dialami oleh para koruptor dalam penelitian ini bukan hanya berfokus pada perilaku korupsi, melainkan juga perilaku-perilaku lain yang dianggap sebagai penyebab atas hukuman yang dijalaninya.
Corruption is an issue of the Indonesian nation that has not been resolved to date. Giving criminal punishment is one of government way in eradicating corruption crime. As with any other punishment, criminal punishment can bring classical conditioning effects of negative emotions, one of which is guilt. This study aims to understand in depth the dynamics of guilt experienced by corruption inmates. This research was conducted using qualitative method and phenomenological approach. In addition to a negative behavior-evaluation and repair action tendencies, the results of semi-structured interviews indicate that the guilt experienced by corruption inmates is expanding. The guilt experienced by corruptors not only focuses on corrupt behavior, but also other behaviors that are considered as the cause of punishment they undergo.
Kata Kunci : rasa bersalah, emosi moral, narapidana, korupsi