Laporkan Masalah

CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA KHOTBAH JUMAT BERBAHASA JAWA DI CILACAP DAN JOMBANG

RIZKA FAUZIA, Prof. Dr. Marsono, S.U. , Dr. Sulistyowati, M.Hum

2018 | Skripsi | S1 SASTRA NUSANTARA

Khotbah Jumat merupakan salah satu syarat ibadah salat Jumat. Meskipun khotbah Jumat merupakan salah satu syarat ibadah, khotbah Jumat dapat disampaikan dengan bahasa yang digunakan oleh jemaah agar jemaah dapat memahami maksud dari khotbah tersebut. Khotbah Jumat berbahasa Jawa pun masih ditemukan di wilayah Cilacap dan Jombang. Walaupun khotbah Jumat tersebut disampaikan dalam bahasa Jawa, akan tetapi terdapat percampuran dengan bahasa lain, seperti bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Atas dasar ini, maka penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini akan mengkaji wacana khotbah Jumat di Cilacap dan Jombang dari aspek sosiolinguistik, yaitu campur kode dan alih kode. Adapun video yang telah diunggah di laman Youtube adalah yang dipilih sebagai sumber data. Metode dan teknik yang digunakan adalah metode simak bebas libat cakap dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode dan alih kode terjadi saat khatib menuturkan suatu wacana khotbah. Campur kode yang terdapat pada khotbah Jumat berbahasa Jawa di Cilacap dan Jombang adalah campur kode antara tingkat tutur ngoko dan krama, campur kode yang berwujud dialek Jombang dan Banyumas, campur kode bahasa Indonesia, serta campur kode bahasa Arab dalam tuturan bahasa Jawa. Adapun alih kode yang terdapat pada khotbah Jumat berbahasa Jawa di Cilacap dan Jombang adalah alih kode antarkode bahasa Jawa dan bahasa Arab serta alih kode antartingkat tutur krama dan ngoko. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dan alih kode pada khotbah Jumat berbahasa Jawa adalah kemampuan penutur dalam berbahasa Jawa, tempat disampaikannya khotbah, topik pembicaraan, dan situasi.

Friday Sermon is one of the legitimate conditions of Friday prayers. Although Friday sermon is one of the conditions of worship, sermons can be delivered in different languages. Currently, Javanese-Friday sermon was still found in Cilacap and Jombang. Although the sermon was delivered in Javanese language, there are some mixtures of Javanese language with other languages in the sermon. This research attempts to identify one of the Javanese-Friday sermons in Cilacap and Jombang from the sociolinguistic aspect, which is code mixing and switching. The data used in this research were taken from two channels on Youtube. The method used are uninvolved conversation observation technique and writing technique. The results of the research show that code mixing and code switching occurs on Javanese-Friday Sermons in Cilacap and Jombang. There are four types of code mixing, which are speech level code mixing, dialect code mixing, Indonesian language code mixing, and Arabian language code mixing. Not only code mixing, but there is also code switching, There are two types of code switching of Javanese-Friday sermon, which are code switching between the speech levels and code switching between Javanese language and Arabian language. There are four factors that make code mixing and code switching occur, which are speaker, place, situation, and topic.

Kata Kunci : khotbah, campur kode, alih kode, Jombang,Cilacap/ sermon, code switching, code mixing, Jombang, Cilacap

  1. S1-2018-369660-abstract.pdf.pdf  
  2. S1-2018-369660-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369660-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369660-title.pdf