ANALISIS TEKNIS DAN USAHA PEMBENIHAN GURAMI SKALA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL
RILO CAHYO BAHAR, Ir. Sukardi, M.P.; Dr. Ir. Ign. Hardaningsih, M.Si.; Ir. Supardjo Supardi Djasmani, S.U.
2018 | Skripsi | S1 BUDIDAYA PERIKANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis dan kelayakan usaha pembenihan gurami skala rumah tangga di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2017. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling di Kecamatan Imogiri. Responden diperoleh secara sensus sejumlah 10 pembenih. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Parameter penelitian yang digunakan adalah aspek teknis meliputi kegiatan pembenihan gurami dari persiapan kolam sampai panen dan analisis usaha meliputi struktur biaya, penerimaan, pendapatan, BEP, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan padat tebar larva sebesar 1.079 ekor/m2 dengan Hatching Rate 97,07 persen. Aliran air diberikan dengan debit 0,01 L/detik dan pergantian air per hari rata-rata 25,56 persen dari volume kolam. Rata-rata pakan cacing sutra yang diberikan sampai panen adalah 11,19 L. Pemeliharaan benih dilakukan rata-rata selama 37 hari dengan sintasan rata-rata 77,88% dan produksi benih rata-rata 8.965 ekor. Rata-rata biaya tetap sebesar Rp 71.193 /siklus dan biaya variabel sebesar Rp 973.553 /siklus. Penerimaan yang diperoleh dari pembenihan gurami skala rumah tangga adalah sebesar Rp 1.860.306 /siklus untuk rerata luas kolam 13,89 m2, pendapatan sebesar Rp 815.560 /siklus, Break Event Point (BEP) harga benih rata-rata sebesar Rp 117 /ekor dengan BEP produksi rata-rata sebesar 720 ekor/siklus. Nilai R/C Ratio dari kegiatan pembenihan gurami skala rumah tangga adalah sebesar 1,8. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara teknis aspek yang penting adalah pengelolaan air dan secara analisis usaha kegiatan pembenihan gurami layak untuk dilakukan.
This research was intended to define the technical and farm analysis of giant gourami backyard hatchery at Imogiri district, Bantul Regency. Research conducted from November to December 2017. Descriptive method used in this research, location of the research was determined by purposive sampling in Imogiri District, Bantul Regency. Respondents taken based on census of 10 farmers. Data were collected by observation dan in-depth interviews. Research parameters used were technical aspect covering activity of giant gourami hatchery from pond preparation to harvest and farm analysis includes financial structure, revenue, income, BEP, dan R/C ratio. The result of research showed that stocking of larva was 1.079 larva/m2 with Hatching Rate was 97,07 percentage. Provision of water flow with a debit of 0.01 L/sec and water change per day on average 25,56 percentage of the pond�s volume. The average silk worms given until harvest was 11,19 L. Duration of fry maintenance until harvest averaging 37 days with average survival rate 77,88 % and average fry production was 8.965 fry. Average fixed cost was Rp 71.193 /cycle and variable cost was Rp 973.553 /cycle. Revenue earned from giant gourami backyard hatchery was Rp 1.860.306 /cycle for the average of 13,89 m2 pond area, income earned was Rp 815.560 /cycle, Break Event Point (BEP) price of fry was Rp 117 /fry with an average BEP production of fry was 720 fry/cycle. R/C Ratio of backyard hatchery activities was 1,8. The results of research concluded that technically important aspect is water management and giant gourami hatchery based on farm analysis is feasible to run.
Kata Kunci : technical analysis, income, giant gourami, backyard hatchery