Laporkan Masalah

Pengelolaan Subak Lod Tunduh Perspektif Ekonomi Kerakyatan Mubyarto

LUCIA YERINTA D, Dr. Ngurah Weda Sahadewa, S.S., M.Hum

2018 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFAT

Skripsi ini berupaya memahami pendekatan filsafat yang secara khusus dalam bidang ekonomi terhadap subak. Pulau Bali sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia mengalami dilematika ketika subak sebagai ikon namun semakin lama tergerus oleh arus modernisasi. Untuk membiaskan anggapan-anggapan tersebut, peneliti ingin menggkaji lebih jauh mengenai pengelolaan subak di desa Lod Tunduh dengan sudut pandang Ekonomi Kerakyatan Mubyarto. Peneliti tertarik untuk membahas konsep pengelolaan subak di Bali khususnya Desa Lod Tunduh karena menurut peneliti konsep ini sejalan dengan konsep Ekonomi Kerakyatan Mubyarto. Adanya subak secara tidak langsung beririsan langsung dengan pertanian dan kebudayaan lokal yang kental menyatu dengan masyarakat di Bali. Hal ini juga turut andil dalam perubahan ekonomi skala lokal yang terjadi di areal sekitar Subak Lod Tunduh. Peneliti menggunakan metode penelitian pustaka dibantu dengan lapangan, secara spesifik data diambil Subak Lod Tunduh, Desa Lod Tunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini pada akhirnya menghasilkan nilai dasar yang tidak boleh berdiri jauh dari konsep pengelolaan subak yang diterapkan oleh masyarakat Lod Tunduh, hal ini tidak hanya berfungsi sebagai pertumbuhan ekonomi semata, namun juga melihat konsep ekonomi kerakyatan yang terdapat dalam Pancasila menyangkut nilai-nilai kemanusiaan terhadap alam dan juga terhadap sesama. Karena subak merupakan salah satu aset kelembagaan tradisional yang telah terbukti efetivitasnya dalam menyangga pembangunan pertanian dan pedesaan di Bali secara khusus dalam bidang irigasi.

This thesis seeks to understand the philosophical approach which specifically of economy major to subak. Bali Island as one of the best tourist destinations in the world experiencing an ambiguous when subak as an icon but increasingly eroded by the modernization. To bias these assumptions, the researcher would like to deeply exploring about subak�¢ï¿½ï¿½s management in Lod Tunduh village from the perspective of democracy economy of Mubyarto. Researcher interested to discuss the concept of management of subak in Bali because researcher thinks that this concept in the same line with the concept of democracy economy of Mubyarto. The existence of subak indirectly with agriculture and local culture. This also contributes to the local economic changes occurring in the area around Subak Lod Tunduh. Researchers use the method of library research assisted by the field, the specific data taken Subak Lod Tunduh, Lod Tunduh Village, Ubud District, Gianyar Regency. In the end this research produce the basic values which ideally shouldn�¢ï¿½ï¿½t standing too far away from the concept of management of subak which implemented by Lod Tunduh�¢ï¿½ï¿½s society. This is not only serves as economic growth by them self, but also sees the concept of populist economy contained in Pancasila concerning the values of humanity to human and nature. Because subak is one of the traditional institutional assets that has proven its effectiveness in supporting agricultural and rural development in Bali specifically in the field of irrigation.

Kata Kunci : Subak, Ekonomi Kerakyatan, Lod Tunduh, Mubyarto, Keadilan, Irigasi Tradisional

  1. S1-2018-338028-abstract.pdf  
  2. S1-2018-338028-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-338028-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-338028-title.pdf