Laporkan Masalah

AKURASI TEMUAN ULTRASONOGRAFI UNTUK MENDIAGNOSIS ATRESIA BILIER

HERMIS ARSENA, dr. Gunadi Ph.D Sp.BA

2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Atresia bilier adalah suatu kelainan kongenital atau perinatal dengan ketiadaan atau obstruksi ductus bilier ekstrahepatik dan intrahepatik. Penyakit ini sangat progesif dan mengganggu fungsi dari sistem empedu. Apabila tidak dilakukan diagnosis dengan cepat, maka penyakit ini akan bisa mengakibatkan sirosis hati dan kematian pada umur 2 tahun. Penegakan diagnosis atresia bilier berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan radiologi menggunakan ultrasonografi dengan melihat vesika felea dan triangular cord merupakan salah satu cara untuk membantu mendiagnosis awal, karena pemeriksaan ultrasonografi lebih murah, dan tidak invasive, karena alat baku emas atresia bilier seperti kolangiografi serta temuan tanda durante operasi cenderung lebih mahal dan invasif.

Biliary atresia is a congenital or perinatal abnormality in the absence or obstruction of the extrahepatic and intrahepatic biliary duct. The disease is very progressive and interrupt the function of biliary system. If not diagnose quickly, this disease can lead to cirrhosis of the liver and death at the age of 2 years. Enforcement of biliary atresia diagnosis based on clinical symptoms and radiological examination. Radiological examination using ultrasonography by looking at felea vesica and triangular cord is one of many ways to help diagnose the disease early, because ultrasound examination is cheaper, and not invasive, also gold standart diagnostic tools of biliary atresia such as cholangiography and durante tend to be more expensive and invasive.

Kata Kunci : Atresia Bilier, Ultrasonografi, Vesika Felea

  1. S1-2018-369021-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369021-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369021-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369021-title.pdf