Laporkan Masalah

The Establishment of Hokkaido-Sakhalin Sister City Relations in the Condition of Kuril Islands Dispute between Japan and Russia (1990-2000)

KEVIN ABIMANYU J, Dra. Siti Daulah Khoiriati, M. A.

2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

ABSTRAKSI Skripsi ini mengangkat permasalahan sengketa wilayah antara Jepang dan Rusia atas kawasan rantai Kepulauan Kuril (Northern Territories) dengan pemikiran bahwa kasus sengketa ini sudah terjadi sejak lama dan ada yang membuat kasus ini menarik untuk dibahas, yakni kemunculan aktor transnasional dalam kerangka kerjasama aktor sub-nasional melalui program sister city relations sepanjang periode 1990 hingga 2000 antara Prefektur Hokkaido (Jepang) dan Sakhalin oblast (Rusia) dimana dalam realita sesungguhnya, pada skala nasional antara Jepang dan Rusia, hubungan kedua negara terganggu oleh adanya ketegangan atas kepemilikan Kepulauan Kuril tersebut; umumnya, kerjasama sister city relations muncul ketika kedua negara dalam level nasional telah menjalin hubungan yang baik dan harmonis sehingga memengaruhi level sub-nasional untuk membentuk kerjasama tersebut. Berangkat dari fakta tersebut, skripsi ini bermaksud untuk menganalisis faktor-faktor yang memotivasi munculnya inisiatif kerjasama Prefektur Hokkaido dan Sakhalin oblast yang tentunya melibatkan berbagai aktor didalamnya. Selain itu, akan dikaji pula proses interaksi antara kedua aktor sub-nasional ini untuk menuju kerjasama tersebut dan dampaknya bagi hubungan di tingkat nasional antara Jepang dan Rusia. Skripsi ini menemukan bahwa terdapat setidaknya enam faktor yang mendorong terbentuknya kerjasama sister city ini yaitu, faktor globalisasi, lingkup geografis, peran individu dan kelompok (masyarakat setempat), perubahan politik dalam dua negara (pengaruh hubungan pemerintah pusat dan daerah), faktor ekonomi, dan faktor khusus Sakhalin factors. Lalu, bentuk proses interaksi dalam pembentukan kerjasama dapat diklasifikasikan kedalam tiga bagian yaitu, interaksi kunjungan dan perpindahan individu serta komunitas ke Hokkaido dan Sakhalin, interaksi transnasional ekonomi dan pembangunan infrastruktur antara Hokkaido dan Sakhalin, serta interaksi pertukaran budaya, pendidikan, serta kemanusiaan. Dan temuan yang terakhir mengenai dampak dari hubungan transnasional sister city relations ini dapat dilihat dari perubahan sikap masyarakat di kedua belah pihak, perubahan perilaku pemerintah, meningkatnya pluralism internasional antara Hokkaido dan Sakhalin, dan yang terakhir peran grup dalam perubahan sikap pemerintah pusat untuk mendorong upaya penyelesaiaan atas sengketa Kepulauan Kuril tersebut.

ABSTRACT This thesis raises the issue of territorial disputes between Japan and Russia over the area of the Kuril Islands chain (Northern Territories) with the idea that this dispute case has been going on for a long time and some have made the case interesting to discuss, namely the emergence of transnational actors within the framework of sub- national cooperation through the sister city relations program from 1990 to 2000 between Hokkaido (Japan) and Sakhalin oblast (Russia) where in reality, on the national level between Japan and Russia, the relations between the two countries were disrupted by the tension over ownership of the Kuril Islands; generally, sister city relations cooperation emerges when the two countries at the national level have established a good and harmonious relationship that affects the sub-national level to form such cooperation. Departing from this fact, this thesis intends to analyze the factors that motivate the emergence of Hokkaido and Sakhalin cooperation initiatives that certainly involve various actors in it. In addition, there would be a process of interaction between these two sub-national actors towards that cooperation and the impacts on the relationships at the national level between Japan and Russia. This thesis finds that there are at least six factors that motivated the establishment of sister city cooperation, which are, the factors of globalization, geographical surroundings, citizens role: individuals and groups, political changes within the two countries (central and local government relations), economic factors and special factors the "Sakhalin factors". Then, the form of interaction processes in reaching the cooperation could be classified into three parts namely, community and individual visits to Hokkaido and Sakhalin, the Hokkaido-Sakhalin transnational economic and infrastructure development, and tshe cultural, educational, and humanitarian exchanges. And the latest findings on the impact of this transnational sister-city relations could be seen on the changes in public attitudes on both sides, changes in government behavior, increased international pluralism between Hokkaido and Sakhalin, and the latter's role in changing central government attitudes to encourage peaceful solution efforts over the dispute of the Kuril Islands, particularly in the period of 1990 to 2000.

Kata Kunci : Sengketa Kepulauan Kuril, hubungan transnasional, kota saudara, Hokkaido dan Sakhalin. / Kuril Islands Dispute, transnational relations, sister city, Hokkaido and Sakhalin.

  1. S1-2018-368661-abstract.pdf  
  2. S1-2018-368661-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-368661-title.pdf  
  4. S1-2018-368861-tableofcontents.pdf