Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Kepel (Stelecocharpus burahol) 10% pada Periodontal Dressing terhadap Angiogenesis dalam Proses Penyembuhan Luka Gingiva Sprague dawley.
ASTRID SHAFIRIA YULI, drg. Sri Pramestri L., M.S., Sp. Perio (K); drg. Al. Sri Koes Soesilowati, S.U., Sp. Perio (K)
2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGIPeriodontal dressing tanpa kandungan eugenol lebih banyak dimodifikasi karena tidak menimbulkan efek iritasi pada mukosa oral pasca perawatan periodontal. Daun kepel diketahui memiliki kandungan yang dapat memicu angiogenesis dalam penyembuhan luka, yaitu tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penambahan ekstrak daun kepel (Stelechocarpus burahol) 10% pada periodontal dressing terhadap angiogenesis dalam proses penyembuhan luka gingiva tikus Sprague dawley. Perlukaan dibuat menggunakan punch biopsy berdiameter 3 mm pada gingiva labial insisivus sentral rahang bawah 27 ekor Sprague dawley. Tikus kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. CoePak, periodontal dressing dengan tambahan ekstrak daun kepel 10%, dan periodontal dressing tanpa ekstrak daun kepel diaplikasikan pada kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan, dan kelompok kontrol negatif . Aplikasi bahan dilepas sebelum subjek dieuthanasia pada hari ke-3, 5 dan 7 untuk mengambil jaringan luka dan dibuat sediaan histologis. Pewarnaan sediaan histologis menggunakan pewarna Hematoksilin Eosin. Pembuluh darah diamati dan dihitung menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400 kali dan OptiLab Viewer. Data yang didapatkan akan diuji menggunakan uji ANAVA dua jalur dan uji LSD Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pembuluh darah yang lebih banyak secara bermakna (p<0,05) pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif maupun kelompok kontrol negatif, namun tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05) antara kelompok kontrol positif dan negatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak daun kepel (Stelechocarpus burahol) 10% pada periodontal dressing dapat meningkatkan angiogenesis dalam proses penyembuhan luka gingiva tikus Sprague dawley.
Noneugenol periodontal dressings are widely modified due to the minimal irritation effect on postoperative surgical wounds. Kepel leaf contains saponin and tannin that are known for their strong angiogenic properties on wound healing. The aim of the study was to determine the effect of adding 10% of kepel leaves (Stelechocarpus burahol) extract into periodontal dressing on angiogenesis of wound healing process in Sprague dawley. Gingival artifical wound model was performed using 3mm punch biopsy on the central incicivus labial gingiva of 27 Sprague dawley. The animals were divided into 3 groups. Coe-Pak, Periodontal dressing containing kepel leaf and without kepel leaf extract were applied to the positive control group, treatment group and negative control group, respectively. Periodontal dressing was removed right before each subject was euthanized on day 3, 5 and 7 after treatment for histological evaluation. Specimens were stained using Hematoxyline Eosin. Angiogenesis was observed and counted using light microscope and OptiLab Viewer. The data obtained were analyzed using two way ANOVA and LSD Post Hoc. Study results showed a significant difference (p<0.05) in the total of blood vessel count of the treatment group compared to the positive and negative control group, but there was no significant difference (p>0.05) between positive and negative control group. The conclusion of this study suggested that adding 10% of kepel leaves (Stelechocarpus burahol) extract into periodontal dressing increases angiogenesis of wound healing process in Sprague dawley.
Kata Kunci : periodontal dressing, daun kepel, tanin, saponin, angiogenesis, penyembuhan luka gingiva