Laporkan Masalah

Proses Perkembangan Pariwisata Pasca Peningkatan Kondisi Jalan (Kasus: Pariwisata di Sepanjang Jalan Lintas Pesisir Selatan Provinsi Lampung)

ANGRI HASDIANDI, Dr. Ir. Dewanti, M.S.; Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.

2018 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Perkembangan pariwisata di sepanjang jalan lintas pesisir selatan Provinsi Lampung merupakan salah satu yang tercepat di Provinsi Lampung. Sektor transportasi khususnya berupa infrastruktur jalan sebagai sektor tersier yang menyediakan pelayanan kepada sektor-sektor lainnya memiliki peranan terhadap perkembangan pariwisata. Infrastruktur jalan yang baik merupakan salah satu kunci untuk mendorong perkembangan pariwisata. Hal tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk memprioritaskan peningkatan kondisi jalan lintas pesisir selatan guna mendukung perkembangan pariwisata pada wilayah tersebut. Dalam upaya peningkatan kondisi jalan lintas pesisir selatan, terdapat dua jenis penanganan yang berbeda. Pada ruas segmen 1 didominasi oleh penanganan jalan berupa pemeliharaan rutin dan berkala, sedangkan pada ruas segmen 2 didominasi oleh penanganan jalan berupa pembangunan jalan baru. Terdapat perbedaan pengaruh dari meningkatnya kondisi kedua segmen jalan tersebut terhadap proses perkembangan pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses perkembangan pariwisata pasca peningkatan kondisi jalan lintas pesisir selatan Provinsi Lampung. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan (Mixed Methods) dengan teknik analisis deskriptif, skala Likert dan Simple Regression. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kondisi pada suatu ruas jalan tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap proses perkembangan pariwisata pada wilayah yang telah memiliki tingkat aksesibilitas tinggi dan ditandai dengan angka kemantapan jalan yang masuk dalam kategori tinggi. Peningkatan kondisi jalan hanya akan berpengaruh besar terhadap proses perkembangan pariwisata pada suatu wilayah yang tingkat aksesibilitasnya masih rendah dan ditandai dengan angka kemantapan jalan belum masuk dalam kategori tinggi. Besar atau kecilnya angka peningkatan kondisi pada suatu ruas jalan tidak selalu berbanding lurus terhadap besar atau kecilnya pertumbuhan jumlah wisatawan yang berkunjung pada obyek-obyek wisata di ruas jalan tersebut. Hal ini terjadi karena banyak atau sedikitnya jumlah wisatawan yang berkunjung pada suatu obyek wisata juga dipengaruhi oleh karakteristik dan tipologi dari wisatawan yang menjadi pasar dari obyek-obyek wisata itu sendiri.

The development of tourism along the southern coastal roads of Lampung Province is one of the fastest in Lampung Province. The transportation sector especially in the form of road infrastructure as a tertiary sector providing services to other sectors has a role to the development of tourism. Good road infrastructure is one of the keys to encourage tourism development. This prompted the Provincial Government of Lampung to prioritize improving the condition of the southern coastal roads in order to support the development of tourism in the region. In an effort to improve road conditions across the southern coast, there are two different types of treatment. In the first segment is dominated by road handling in the form of routine and periodic maintenance, while the second segment is dominated by road handling in the form of new road construction. There are difference of influence from the increasing condition both of road segments to the tourism development process. The purpose of this research is to describe the process of tourism development after improved conditions of the southern coastal roads of Lampung Province. The method in this research using a combined approach (Mixed Methods) with descriptive analysis techniques, Likert scale and Simple Regression. The results of this research indicate that the improvement of road conditions did not have a major influence on the process of tourism development in areas that have a high level of accessibility and marked by the number of roads stability that included in the high category. Improved road conditions will only have a major influence on the process of tourism development in areas where accesibility level is still low and marked by the number of roads stability that not yet included in the high category. Big or small number of improvement in road condition is not always directly proportional to the big or small growth in number of tourists visiting on tourism objects in these road. This happens because a lot or a little number of tourists visiting on a tourism objects is also influenced by characteristics and typology of tourists who become the market of the tourist objects themselves.

Kata Kunci : Perkembangan Pariwisata, Kondisi Jalan, Proses, Mixed Methods, Provinsi Lampung

  1. S2-2018-404408-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404408-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404408-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404408-title.pdf