Laporkan Masalah

DIFFERENCE OF DANDRUFF SEVERITY BETWEEN WOMEN WITH HIJAB AND WITHOUT HIJAB

ANGGITA RETNANI, dr. Devi Artami Susetiati, M.Sc, Sp.KK; dr. Dyah Ayu Mira Oktarina, PhD, Sp.KK

2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Terdapat tiga etiologi terjadinya ketombe yang secara umum diterima, yakni kolonisasi Malassezia furfur, aktivitas kelenjar sebasea, dan kerentanan individu. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerentanan individu diantaranya adalah disfungsi stratum korneum, perubahan hormon, serta perubahan suhu dan kelembapan. Faktor-faktor tersebut tidak hanya mempengaruhi kejadian dari ketombe itu sendiri, namun juga keparahannya. Sementara itu, Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang mayoritas beragama Islam, sehingga banyak perempuan menggunakan hijab, yang mana merupakan salah satu kewajiban dalam Islam. Penggunaan hijab disebutkan dapat meningkatan suhu, kelembapan, yang merupakan salah satu faktor penyebab munculnya ketombe. Sehingga, diantara wanita yang berhijab dan tidak berhijab, terdapat perbedaan kondisi kulit kepala. Perbedaan ini memungkinkan pula adanya perbedaan derajat keparahan ketombe dari kedua populasi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan keparahan ketombe diantara wanita berhijab dan tidak berhijab. Tujuan: Mencari perbedaan derajat keparahan antara wanita berhijab dan tidak berhijab. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang, dan diolah secara komparatif analitik. Dari kalkulasi besar sampel, didapatkan jumlah minimal subyek studi sebesar 22 orang untuk masing-masing populasi. Didapatkan jumlah seluruh subyek studi sebanyak 70 orang, yang terdiri dari 35 wanita berhijab, dan 35 wanita tidak berhijab, yang semuanya telah lolos kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek studi diminta untuk menandatangani surat persetujuan menjadi subyek penelitian. Ketombe diukur dengan menggunakan skor Adherent Scalp Flaking Score (ASFS). Hasil dari pemeriksaan kemudian dianalisa menggunakan SPSS dengan tes Mann-Whitney untuk membandingkan dua kelompok tidak berpasangan. Subyek: Subyek yang diikutsertakan dalam penelitian ini adalah wanita berketombe yang datang ke RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta, dan dipilih dengan menggunakan metode konsekutif. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan derajat keparahan ketombe yang signifikan secara statistik (p=0.017) diantara wanita berhijab dan tidak berhijab. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan antara derajat keparahan ketombe pada wanita berhijab dan tidak berhijab.

Background: There are three widely accepted etiologic factors of dandruff formation, which are Malassezia furfur colonisation, sebaceous gland activity, and individual susceptibility. Factors that constitute individual susceptibility include stratum corneum dysfunction, hormonal changes, and temperature and humidity changes. These factors influence not the just the occurrence of dandruff, but also the severity of it. Meanwhile, Indonesia being a predominantly Muslim country consequently causes a lot of women deciding to wear hijab as part of their religious obligation. Wearing hijab has shown to increase temperature and humidity, which are factors that can affect dandruff formation. As a result, there is a difference of scalp condition between women with hijab and without hijab, which may cause a difference of dandruff severity between the two populations. Therefore, this study is aimed to find the difference of dandruff severity between women with hijab and women without hijab. Objective: To know the difference of dandruff severity between women with hijab and without hijab. Method: This research is an analytic comparative cross-sectional study design. From the calculation of sample size, a minimum sample group of 22 people was needed. Total of 70 people took part in this study, consisting of 35 women with hijab and 35 women without hijab, all with dandruff condition according to the inclusion and exclusion criteria. Subjects signed an informed consent and proceeded to being examined. Dandruff amount was measured using the Adherent Scalp Flaking Score (ASFS). Results from the examination were analyzed with SPSS using the Mann-Whitney test to compare two unpaired groups. Subject: Subjects of the research consists of women with dandruff problem who came to Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta, and was selected using consecutive sampling. Result: The result of this study showed that there were no statistically significant difference (p=0.107) of dandruff severity in women with hijab and without hijab. Conclusion: There is no difference of dandruff severity between women with hijab and without hijab.

Kata Kunci : hijab, ketombe, dandruff, keparahan, severity, Adherent Scalp Flaking Score (ASFS)

  1. S1-2018-365515-abstract.pdf  
  2. S1-2018-365515-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-365515-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-365515-title.pdf