APAKAH PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERBEDA ANTARA PENDUDUK YANG BERPENDIDIKAN TINGGI DENGAN PENDUDUK YANG BERPENDIDIKAN RENDAH? Studi pada Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta
SETYANI NURUL C, Dr. Supriyati, S.Sos, M.Kes; Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis lingkungan. Baik kejadian maupun penularannya dipengaruhi oleh berbagai macam faktor lingkungan, seperti iklim dan cuaca. Hal ini membuat Indonesia yang berada di garis khatulistiwa menjadi daerah endemis DBD. Tahun 2015 D.I. Yogyakarta menempati 5 besar provinsi dengan kasus DBD terbanyak. Demam Berdarah Dengue sampai saat ini belum memiliki obat yang spesifik. Sementara, vaksin DBD masih dalam pengembangan. Pengendalian dan penanggulangan DBD dititikberatkan pada pembasmian vektornya melalui Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN). Kesehatan maupun penyakit dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya; faktor biologis, psikologis, dan sosial. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk pada masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan tingkat pendidikan, lokasi tempat tinggal, dan pekerjaan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder yang diperoleh dari survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di DI Yogyakarta. Populasi penelitian adalah masyarakat D.I. Yogyakarta. Data dianalisis secara kuantitatif dengan analisis deskriptif, dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil : sebanyak 56,35% warga D.I.Y sudah menguras bak mandi minimal satu kali dalam seminggu, 59,45% sudah menutup tempat penampungan air di rumahnya, 33,05% sudah mengolah sampah rumah tangganya 2-3x dalam seminggu. Analisis bivariat antara latar belakang pendidikan dengan perilaku PSN menunjukkan hasil signifikan. Sementara hasil analisis bivariat antara latar belakang pekerjaan dan lokasi tempat tinggal menunjukkan hasil yang tidak siginifikan. Kesimpulan : Lebih dari separuh warga D.I. Yogyakarta sudah melakukan perilaku PSN secara rutin dan berkala. Ada korelasi antara pendidikan dengan perilaku PSN. Serta, tidak ada hubungan antara perilaku PSN dengan lokasi tempat tinggal dan pekerjaan.
Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an environment-based disease. Both the occurrence and transmission are influenced by various environmental factors, such as climate and weather. This makes Indonesia which is on the equator to be endemic areas of DHF. In 2015 D.I. Yogyakarta occupies the top 5 provinces with the most dengue cases. Dengue Hemorrhagic Fever has yet to have a specific drug. Meanwhile, DHF vaccine is still under development. Control and prevention of dengue fever is focused on eradication of its vector through Mosquito Nest Restriction (PSN). Health and disease are influenced by many factors, including; biological, psychological, and social factors. Objective : This study aims to find out the behavior of Mosquito Nest Eradication in Yogyakarta Special Region based on education level, location of residence, and occupation. Method : This study used a cross-sectional design with secondary data obtained from a Clean Lifestyle and Healthy Life (PHBS) survey in Special Region Yogyakarta. Data were analyzed quantitatively with descriptive analysis to know the distribution of data result, and bivariate analysis to know the relation between independent variable and dependent variable. Result: 56.35% of DIY residents have drained the bathtub at least once a week, 59.45% have closed the water reservoir at home, 33.05% has been processing household waste 2-3x in a week, while 26,32 % already do waste processing more than three times a week. Bivariate analysis between educational background and PSN behavior showed significant result. While the result of bivariate analysis between work background and location of residence showed insignificant result. Conclusion: More than half of D.I. Yogyakarta has been conducting PSN behavior regularly and periodically. There is a correlation between education and PSN behavior. As well, there is no relationship between PSN behavior with location of residence and occupation.
Kata Kunci : Pemberantasan Sarang Nyamuk, Demam Berdarah Dengue, Pendidikan, Pekerjaan, Lokasi Tempat Tinggal