Laporkan Masalah

ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMUM NEGARA VS INDUSTRI NEGARA-NEGARA ASEAN

HANUR PUTRO ADHIANTO, Indra Wijaya Kusuma, Prof., Dr., MBA.

2018 | Tesis | S2 Manajemen

Terintegrasinya pasar modal antar negara menjadi latar belakang para investor untuk melakukan international diversification. Kritik utama terkait international diversification, menunjukkan bahwa korelasi pasar global memiliki kecenderungan naik selama krisis dalam jangka pendek. Untuk jangka panjang international diversification masih dapat menjadi pilihan untuk berinvestasi. Diversifikasi memberikan sebuah informasi yang paling relevan yang bisa digunakan untuk mengukur ketidakpastian risiko investasi dengan menggunakan varian dari return. Hasil pengukuran varian tersebut nantinya dapat digunakan sebagai dasar untuk menganalisis saham-saham yang dapat dipilih untuk membentuk rangkaian portofolio yang bisa memberikan return yang optimum. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana komposisi portofolio yang memberikan expected return yang paling optimum dan mengevaluasi portofolio yang paling optimum yang terbentuk dari portofolio optimum negara atau dari portofolio optimum industri. Perhitungan dan analisis untuk menentukan koposisi portofolio yang optimum ini menggunakan model Markowitz. Obyek yang dipakai adalah saham-saham yang terdaftar pada index 4 negara di ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand) pada 4 sektor industri (keuangan, perindustrian, energi dan properti). Perhitungan protofolio menggunakan program Solver pada Microsoft Office Excel. Model Markowitz memilih portofolio dengan tingkat risiko terendah dengan tingkat return tertentu. Dari penelitian ini, portofolio yang paling optimum adalah portofolio dari sektor industri keuangan dengan tingkat risiko portofolio 1.91% dan tingkat return portofolio 1.04%.

The integration of capital markets between countries is the background of investors to conduct international diversification. The main criticism related to international diversification, shows that global market correlation has a tendency to rise during the crisis in the short term. For long-term international diversification can still be an option to invest. Diversification provides the most relevant information that can be used to measure the uncertainty of investment risk by using a variant of return. The results of these variant measurements can be used as a basis for analyzing the stocks that can be selected to form a series of portfolios that can provide optimum return. The purpose of this research is to analyze how the portfolio composition that provides the most optimum expected return and evaluate the most optimum portfolio formed from the country's optimum portfolio or from the industry's optimum portfolio. The calculation and analysis to determine the optimum portfolio uses the Markowitz model. The objects used are stocks listed in the 4 countries index in ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapore and Thailand) on 4 industries sectors (finance, industry, energy and property). Protofolio calculations using the Solver program in Microsoft Office Excel. The Markowitz model selects the portfolio with the lowest risk level with a certain rate of return. From this research, the most optimum portfolio is the portfolio of the financial industry sector with 1.91% portfolio risk level and 1.04% portfolio rate of return.

Kata Kunci : portofolio, optimum, diversifikasi, Markowitz, negara, sektor industri

  1. S2-2018-360834-abstract.pdf  
  2. S2-2018-360834-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-360834-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-360834-title.pdf