Laporkan Masalah

Penerapan Prinsip Syariah Dalam Akad Rahn Pada Lembaga Keuangan Syariah Koperasi Serba Usaha Baitul Maal Wat Tamwil Bina Sejahtera Sleman Yogyakarta

TANTI RUSMINI, Khotibul Umam, SH, LLM

2018 | Tesis | S2 Kenotariatan

Baitul Maal Wat Tamwil ( BMT ) merupakan lembaga keuangan yang menggabungkan konsep maal dan tamwil dalam satu kegiatan. Saat ini bidang usahanya telah berkembang, termasuk melaksanakan Rahn (gadai). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis prosedur pengajuan Akad Rahn (Gadai Syariah) dan penerapan prinsip syariah dalam Akad Rahn (gadai Syariah) pada Lembaga Keuangan Syariah Koperasi Serba Usaha Baitul Maal Wat Tamwil ( BMT ) Bina Sejahtera Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian iniadalah penelitian hukum normatif dengan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Penelitian ini dilakukan di Jalan Turi KM 2, Trimulyo, Sleman, Yogyakarta.Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara terhadap 3 orang narasumber. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pelaksanaan Rahn di BMT Bina Sejahtera secara umum telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Pelaksanaan Rahn di BMT Bina Sejahtera sebagian telah sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah dan sebagian lagi masih belum sesuai dengan prinsip syariah. Hal-hal yang sudah sesuai dengan prinsip syariah antara lain: a) Prosedur sesuai rukun dan syarat Rahn. b) BMT melakukan pengecekan administrasi dan kondisi faktual. c) BMT mengecek dan menaksir barang yang menjadi jaminannya.Sedangkan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, diantaranya adalah: a) Ada istilah pihak penjamin. b) Jaminan dapat menggunakan jaminan bukan atas nama rahin. c) Besarnya biaya jasa penyimpanan dan pemeliharaan ditentukan sesuai besar pinjaman. d) Besar denda keterlambatan sebesar 3%. e) Penyelesaian perselisihan masih dibawa ke pengadilan Negeri, bukan BASYARNAS sesuai Fatwa DSN. Kata kunci: Rahn, Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), Syariah.

Baitul Maal Wat Tamwil ( BMT ) is a financial institution that combines the concept of maal and tamwil in one activity. This time has been growing its business, including executing Rahn (Pawn). This study aims to determine and analyze the application procedure Akad Rahn (Pawn Sharia) and the application of Sharia principles in Akad Rahn (Pawn Sharia) Islamic Financial Institutions Cooperative Business Baitul Maal Wat Tamwil ( BMT ) Bina Sejahtera Sleman, Yogyakarta. The research is a normative legal research with the data used is primary data and secondary data. This research was conducted in Jalan Turi KM 2, Trimulyo, Sleman, Yogyakarta. Data collected through field research by interviewing to 3interviewees. Data were analyzed using qualitative methods. The results showed that the execution procedures in BMT Bina Sejahtera Rahn have generally been in accordance with existing regulations. Implementation Rahn in BMT Bina Sejahtera partly in accordance with the principles of Shariah and some are still not in accordance with Islamic principles. Things that are in accordance with Islamic principles: a) procedures in accordance with the rules and conditionsRahn. b) BMT checks administrative and factual conditions. c) BMT check and assess the goods being guaranteed. While that is not in accordance with Islamic principles: a) There is a term � penjamin� or guarantor. b) Guarantees can use not guarantee on behalf rahin. c) The amount of storage services and maintenance costs are determined in accordance large loans. d) The amount of penalty for delay of 3%. e) Settlement of disputes they brought to the District Court, not BASYARNAS corresponding Fatwa DSN Keywords: Rahn, Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), Sharia.

Kata Kunci : Rahn, Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), Sharia.

  1. S2-2018-387960-abstract.pdf  
  2. S2-2018-387960-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-387960-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-387960-title.pdf