Dinamika Petani Sahani Merespon Fair Trade
NURWANTINI, Drs. Hendrie Adjie Kusworo M.Sc., Ph.D.
2018 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANPertanian di Indonesia masih sangat bergantung pada pupuk kimia. Pertanian organik ditawarkan menjadi salah satu solusi dan gerakan Fair Trade adalah mekanisme yang mendukung model pertanian ini. Dalam penelitian ini akan dilihat bagaimana dinamika petani dalam merespon Fair Trade. Gerakan Fair Trade yang belum umum di Indonesia mendapati kesulitan untuk berkembang dan memberi manfaat bagi produsennya. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan mengenai dinamika petani merespon Fair Trade. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan deskripsi analisis tanpa mengeneralisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan studi pustaka, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Ngluwar yang petaninya mendapatkan pelatihan dari Sahani. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa keberadaan awal Sahani untuk mempromosikan Fair Trade dan pertanian organik diterima baik oleh para petani di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Petani mendapatkan pengetahuan yang menyeluruh mengenai pertanian organik dari pelatihan yang diberikan oleh Sahani. Pengetahuan tersebut kemudian dijadikan acuan dan memantapkan petani untuk bertani organik hingga saat ini. Sahani dengan sistem Fair Trade menjadi jalur bagi petani untuk menjual hasil pertaniannya. Dengan pernyataan bahwa petani telah mencapai kemandirian Sahani perlahan mundur dari keterlibatannya. Pada posisi ini, petani bergerak dinamis dengan tetap bertani secara organik karena tetap lebih menguntungkan tetapi tidak lagi menggunakan prinsip Fair Trade dalam pemasaran hasil panennya, memanfaatkan peluang pasar organik yang masih terbuka, dan berdamai dengan pasar konvensional. Hal ini didasari bahwa petani harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Kata kunci : Dinamika , Organik, Fair Trade,
Agriculture in Indonesia is still very dependent on chemical fertilizers. Organik farming becomes one of the solutions to eliminate such dependence and Fair Trade movement is the mechanism that supports this farming model. In this research will be seen how the dynamics of farmers in responding to Fair Trade. Fair Trade Movement that is not yet common in Indonesia finds it difficult to develop and provide benefits for its producers. This study will answer question about the dynamics of farmers responding to Fair Trade. The research was conducted by qualitative method by conducting description of analysis without generalizing. Data collection techniques were conducted by conducting literature studies, observation, in-depth interviews, and documentation. The location of the study was in Ngluwar Sub-district , where farmers receive training from Sahani. In this study, it was found that the initial existence of Sahani to promote Fair Trade and organic farming was well received by farmers in Ngluwar sub-district, Magelang District. Farmers gain a thorough knowledge of organic farming from the training provided by Sahani. The knowledge is then used as a reference and braces the farmers to farm organic to date. Sahani with Fair Trade system becomes a path for farmers to sell their agricultural products. With the statement that the farmers had become independent, Sahani slowly withdrew from its involvement. In this position, farmers move dynamically by keep working on organic farming as it remains more profitable but no longer using the Fair Trade principle in marketing their harvest, using the open market organic opportunities, and making peace with the conventional market. This is based on the fact that farmers must keep working to meet their economic needs. Keywords : Dynamic, Organik, Fair Trade
Kata Kunci : Dinamika, Organik, Pertanian, Fair Trade