hubungan tingkat kognitif anak usia 6 tahun sampai 11 tahun dengan malaria berulang dikabupaten Asmat
HELEN MAYASARI SUBEKTI, Prof.dr.Djauhar Ismail, MPH, PhD.SpAK.; dr Ida Safitri SpAk
2018 | Tesis | S2 KEDOKTERAN KLINIK/MS-PPDSLatar Belakang: Program vaksinasi HPV saat ini sedang dalam tahap introduksi ke dalam program imunisasi nasional. Daerah Istimewa Yogyakarta ditetapkan sebagai daerah pilot project pelaksanaan pemberian imunisasi HPV selain DKI Jakarta. Pemerintah berencana melaksanakan pemberian imunisasi HPV kepada murid perempuan kelas 5 (dosis pertama) dan 6 (dosis kedua) SD/MI dan sederajat baik negeri maupun swasta melalui program BIAS. Guru mempunyai peranan penting dalam program vaksinasi berbasis sekolah. Penerimaan guru menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan cakupan vaksinasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi guru mengenai infeksi HPV, kanker serviks, dan vaksinasi HPV; penerimaan vaksinasi guru berupa kesediaan edukasi dan kesediaan menyarankan orang tua murid; serta faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksinasi HPV pada guru. Metode: Penelitian cross-sectional dengan kuesioner dilaksanakan pada bulan Juli 2017 diikuti 240 guru bertempat di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaen Kulon Progo. Kriteria inklusi adalah guru tetap kelas lima sekolah dasar baik negeri maupun swasta di Kabupaten Kulon Progo. 10 subjek dieksklusi karena tidak melengkapi lembar persetujuan tertulis dan data tidak lengkap. Hasil dan Pembahasan: Kesadaran guru sekolah dasar mengenai rencana program vaksinasi HPV di Kulon Progo rendah yaitu 19,1%. Guru memiliki pengetahuan yang buruk dalam hal vaksinasi HPV. Mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap infeksi HPV, kanker serviks, dan vaksinasi HPV. Kesediaan edukasi orang tua sebesar 74,78%, sedang kesediaan menyarankan orang tua sebesar 69,13%. Faktorfaktor yang mempengaruhi kesediaan edukasi yaitu usia dan persepsi vaksinasi HPV (OR 0,949 (IK95% 0,916-0,984) dan OR 2,493 (IK95% 1,149-5,410); keduanya p<0,05). Sedangkan yang mempengaruhi kesediaan menyarankan orang tua melakukan vaksinasi HPV terhadap remaja putri mereka yaitu persepsi vaksinasi HPV (OR 8,098 (IK95% 3,623-18,102), p=0,000). Kesimpulan: Persepsi vaksinasi HPV mempengaruhi penerimaan guru terhadap vaksinasi HPV. Penting dilakukan edukasi vaksinasi HPV terhadap guru sekolah dasar yang menitikberatkan pada peningkatan persepsi vaksinasi.
Background: HPV vaccination now is being introduced in national immunization program. Each year 20,928 women are diagnosed with cervical cancer, and 9498 die of the disease in Indonesia. Persistent infection with high-risk human papilloma virus (HPV) is a necessary step in the pathogenesis of cervical cancer. HPV vaccines are most effective if provided prior to the onset of sexual activity, as recommended by World Health Organization (WHO) young adolescent aged 9-14 years. Despite vaccine efficacy, the coverage is low. Objective: To determine knowledge and perceptions of HPV infection, cervical cancer, and HPV vaccination, vaccine acceptability and factors associated with HPV vaccination. Methods: September-October 2016, a cross-sectional survey of 319 junior high school students using anonymously completed questionnaires was done. Inclusion criteria were female junior high school student in Yogyakarta who willing to participate in the study, school and parental consent. Five incomplete data were excluded. Results and Discussion: Knowledge among adolescent were poor, most perceptions were negative. HPV vaccine acceptability was 9.9%. The main reason of vaccine refusal was they want to discuss with the parents prior to accepting vaccination. HPV vaccination was significantly associated with perception of HPV infection (p=0.000), cervical cancer (p=0.001), and HPV vaccination (p=0.000). Adolescent mentioned concern about vaccine halal and safety as possible barrier towards HPV vaccine implementation. Conclusions: Negative perception towards HPV infection, cervical cancer, and HPV vaccination were related to low vaccine acceptability. Increasing acceptability could be done through school vaccination program and adequate education to increase knowledge with special attention to adolescent perceptions.
Kata Kunci : kanker serviks, vaksinasi, guru, HPV, cervical cancer, adolescent, vaccination