Laporkan Masalah

MAJALAH TEMPO DAN TERORIS THAMRIN SEBUAH "MARRIAGE DE RAISON"? (Analisis Framing Pemberitaan Bom Thamrin pada Laporan Utama Majalah Tempo Edisi 49 Tahun 2016)

Kukuh Pribadi, Budi Irawanto, M.A., Ph.D.

2018 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Aksi serangan terorisme di Ibukota Jakarta yang lebih dikenal dengan serangan Bom Thamrin tentu meninggalkan ketakutan dan kengerian baik bagi para korban maupun masyarakat yang terpapar berita mengenai serangan tersebut. Menyebarnya rasa takut akibat aksi teror tersebut tentu menjadi tujuan utama Teroris, namun yang menjadi menarik apakah media massa yang bertugas menyampaikan informasi dan berita tentang peristiwa tersebut juga turut membantu menyebarkan rasa takut dan teror? Penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan bagaimana media massa seperti Tempo mengemas dan membingkai pemberitaan tentang terorisme tersebut kepada masyarakat. Dalam menjawab hal tersebut maka digunakan paradigma penelitian kritis dengan objek penelitian adalah Laporan Utama Majalah Tempo edisi 49. Sedangkan perangkat analisa yang dipakai adalah model analisis framing yang dikembangkan oleh Robert N. Entman. Dengan menggunakan perangkat analisa tersebut maka bisa disimpulkan hasil penelitiannya adalah bahwa Tempo telah berhasil menyajikan sajian berita yang terframing dengan sempurna tanpa ada kesan memaksa pembaca menerimanya mentah mentah, bahkan yang menarik adalah peletakan dua sosok tokoh yang bertolak belakang dalam laporan utamanya. Di satu sisi ada tokoh Aman Abdurrahman sebagai sosok penjahat dan di sisi lain terdapat sosok tokoh pahlawan yang diwakili oleh Ajun Inspektur Satu Budiono. Di akhir penelitian juga disimpulkan bahwa Tempo tidak turut menjadi media massa yang menebarkan teror dan ketakutan di tengah masyarakat, bahkan Tempo telah berhasil menciptakan sudut pandang baru bagi pembaca bahwa ada sosok pahlawan yang lahir dari serangan Bom Thamrin.

The terrorist attacks in the capital city, Jakarta, better known as the Thamrin Bomb attacks, leaving fear and horror for both victims and the public who are exposed to the news of the attack. The widespread of fear towards terrorism is certainly the main objective of the Terrorists, but the interesting part, is it the mass media that in charge of conveying information and news about the event also helped to spread fear and terror? This research intends to reveal how mass media such as Tempo, writing and delivering the news about terrorism to the public. In answering the matter then used the paradigm of critical research with the object of research is the Main Report of Tempo Magazine edition 49th. While the analysis tool used is framing analysis model developed by Robert N. Entman. By using these analytical tools, it can be concluded that the results of this research is that Tempo has succeeded in delivering a perfectly framed news presentation without any impression of forcing the reader to accept it unconsidered, even the laying of two opposing figures in the main report which make it more interesting. On one side there is a character Aman Abdurrahman as a figure of criminals and on the other side there is a figure of hero who is represented by First Inspector Adjutant Budiono. At the end of the study, it is also concluded that Tempo did not become a mass media that spreading terror and fear in the community, even Tempo has succeeded in creating a new perspective for the reader that there is a hero figure born from bomb attack in Thamrin.

Kata Kunci : Framing Media, Terorisme, Bom Thamrin, Majalah Tempo

  1. S2-2017-376398-abstract.pdf  
  2. S2-2017-376398-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-376398-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-376398-title.pdf