Analisis Penerapan Ketentuan Pasal 3 Ayat (2) UU No.40 Tahun 2007 Terhadap Pertanggung Jawaban Pemegang Saham Dalam Hukum Kepailitan Indonesia.
JEFRY JONATHAN, Prof.Dr.Nindyo Pramono, S.H., M.S.
2018 | Tesis | S2 HukumPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui relevansi dan arti penting Piercing The Corporate Veil dan Penerapan ketentuan Pasal 3 Ayat (2) UUPT terhadap debitur yang beritikad tidak baik dalam proses kepailitan. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis apa yang menjadi tolak ukur pertanggung jawaban pemegang saham dalam kepailitan dan apa implikasinya dari pertanggung jawaban pemegang saham dalam kepailitan.(3) Untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penghambat dalam penuntutan pertanggung jawaban pribadi pemegang saham dalam kepailitan. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis-normatif yang mendasarkan pada penelitian kepustakaan guna memperoleh data sekunder, penelitian yuridis normatif ini juga didukung wawancara. Data yang diperoleh dari asas-asas hukum,peraturan-peraturan dan buku-buku yang dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menghasilkan data deskriptif-analitis. Penelitian ini juga membandingkan penggunaan piercing the corporate veil di berbagai negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ketentuan Ps.3 Ayat (2) dan piercing the corporate veil relevan dengan asas dan tujuan hukum kepailitan. (2) Hukum Kepailitan Indonesia tidak mengantisipasi itikad buruk debitur dalam proses kepailitan. (3) Penerapan PCV/ Ps. 3 Ayat (2) UUPT dalam kepailitan harus berdasar pada adanya itikad buruk, Itikad Buruk PCV dapat menjadi tolak ukur itikad buruk dalam kepailitan. (4) PCV/Ps.3 Ayat (2) UUPT tidak pernah diterapkan dalam kasus kepailitan di Indonesia, beberapa ketentuan dalam kepailitan membawa dampak pada tidak efektifnya di terapkan ketentun tersebut.
This research purpose to know : (1) to know the relevance and the important meaning of Piercing The corporate Veil and implementation of provision article 3 clause (2) Limited Liability company Act against debtors who have bad faith in the bankruptcy process. (2) to know and analyze what is the benchmark of shareholder liability in bankruptcy process.(3) to identify and analyze the constraining factors in prosecuting shareholders personal liability in bankruptcy. This research is juridical-normative research which based on library research to obtain secondary data, this normative juridical research also supported by interview. Data which obtained from the legal principles, rules and books which analyzed by using qualitative method. This research produces descriptive-analytical data. It also compares the use of piercing corporate veil in various countries. The researchs results show that, (1) the provision of act 3 point (2) and piercing corporate veil with the principles and objectives of bankruptcy law. (2) bankruptcy law Indonesian does not anticipate debtors bad faith in bankruptcy process. (3)application of PCV/ article 3 clause (2) Limited Liability company Act in bankruptcy must be based on bad faith in bankruptcy, Bad faith in PCV can become benchmark of bad faith in bankruptcy. (4)PCV/ article 3 clause (2) Limited Liability company Act has never been applied in bankruptcy cases in Indonesia. Some provision in bankruptcy have ineffective impact on the application of it.
Kata Kunci : Perseroan Terbatas, Piercing The Corporate Veil, Kepailitan