Laporkan Masalah

PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN BERDASARKAN STATUS WILAYAH DAN KEPEMILIKAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (KAJIAN SUSENAS TAHUN 2015)

PRISILYA PRETY R., Dr. drg. Yulita Hendrartini, M.Kes, AAK.; Heny Wahyuni, M,Ec.Dev, Ph.D

2018 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Perubahan pembiayaan menuju Universal Health Coverage (UHC) juga memiliki resiko sampingan seperti ketidak-merataan ketersediaan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan kurangnya sosialisasi kebijakan JKN. Pada tahun 2014 masih ada ketimpangan rasio pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan wilayah. Ini disebabkan karena jumlah penduduk yang relatif sedikit, namun memiliki wilayah kerja yang luas. Hal yang serupa pun ditemukan dalam aspek kepesertaan jaminan kesehatan. Ketidakadilan dalam akses pelayanan kesehatan ini merupakan tantangan yang dihadapi untuk mencapai ekuitas dalam pelayanan kesehatan, dimana ekuitas akan terjadi jika pelayanan kesehatan terdistribusi menurut geografi, sosial ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Tujuan: Menganalisis pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan status wilayah dan kepemilikan JKN. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Mengkaji data sekunder yaitu Susenas tahun 2015 dengan rancangan cross-sectional. Unit analisis dalam penelitian ini adalah individu. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Uji multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk mengetahui pengaruh status wilayah dan kepemilikan jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan Hasil: Pemanfaatan pelayanan kesehatan lebih banyak dilakukan oleh individu yang berada di wilayah non-DTPK. Wilayah DTPK memiliki peluang lebih kecil yakni kali dalam pemanfaatan rawat jalan, dan pada pemanfaatan rawat inap. Ada hubungan antara kepemilikan JKN dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Individu yang memiliki jaminan kesehatan swasta berpeluang lebih besar dalam melakukan pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan yakni dan rawat inap dibandingkan dengan inividu yang tidak punya. Ada hubungan antara variabel kontrol baik umur, jenis kelaminn, pendidikan dan pekerjaan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kelompok umur 15-59 tahun memiliki peluang yang kecil dalam rawat jalan dibandingkan umur 0-14 tahun namun pada rawat inap kelompok umur baik 15-59 tahun maupun >60 tahun memiliki peluang yang lebih besar dibandingkan umur 0-14 tahun. Individu berjenis kelamin perempuan lebih besar dalam rawat jalan dibandingkan laki-laki namun pada pemanfaatan rawat inap jenis kelamin perempuan lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki. Pendidikan menunjukkan bahwa jenjang pendidikan SMA-PT lebih besar dalam pemanfaatan rawat jalan dan rawat inap dibandingkan dengan jenjang SD-SMP. Individu yang bekerja berpeluang lebih kecil dalam rawat jalan dan rawat inap. Kesimpulan: Ada hubungan antara status wilayah, kepemilikan JKN dan variabel kontrol yang meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaaan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan.

Background: Changes in health financing to Universal Health Coverage (UHC) also have side risks such as inequality in the availability of health facilities, health personnel and the lack of socialization Of JKN policies. In 2014, there is still an imbalance in the utilization ratio of health services by region. This is because the population is relatively small, but has a wide working area. The same were found in the health insurance participation aspect. This unequal access to health services is a challenge faced in achieving equity in health services, where equity will occur if health services are distributed according to geography, socio-economic and community needs. Purpose: Analiyze the utilization of health services based on JKN ownership and region status. Method: This is a quantitative study that examines secondary data, including Social Economy National Survey (Susenas) data in 2015 with cross-sectional design. The unit analysis in this study is individual. This study used univariate, bivariate and multivariate analysis. Univariate analysis using to describe health services utilization. Bivariate analysis using statistical test correlation and chi square. While logistic regressiom test used in multivariate analysis. Result: Utilization of health services is mostly done by individuals residing in non-DTPK areas. DTPK areas have a smaller chance of times in outpatient utilization, and on inpatient utilization. There is a relationship between JKN ownership and utilization of health services. Individuals who have private health insurance are more likely to utilize outpatient health care and inpatient care compared to those who do not. There is a relationship between control variables in terms of age, gender, education and occupation of health service utilization. The age group of 15-59 years has a small chance of being outpatient compared to the age of 0-14 years but in hospitalization age group of 15-59 years old and >60 years have bigger chance compared to 0-14 years old. Individuals of female sex are larger in outpatient than men but on utilization of female hospitalization is smaller than men. Education shows that SMA-PT higher education in outpatient and inpatient utilization compared with SD-SMP level. Individuals who work are less likely to be outpatient and hospitalized. Conclusion: There is a relationship between regiona status, the ownership of JKN and control variable, which is age, sex, education and occupation towards the utilization of health services.

Kata Kunci : pemanfaatan, pelayanan kesehatan, JKN, Susenas 2015, Utilization, Health Services, JKN, Susenas 2015

  1. S2-2018-388193-abstract.pdf  
  2. S2-2018-388193-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-388193-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-388193-title.pdf