Laporkan Masalah

MANAJEMEN KOMUNIKASI SEKOLAH INKLUSIF (Studi Praktik Kehumasan dalam Manajemen Isu Sekolah Dasar Tumbuh 1 Yogyakarta Terkait Isu Sekolah Inklusif Tahun Ajaran 2016-2017)

IVA FIKRANI DESLIA, Novi Kurnia, M.Si., MA., Ph.D

2018 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Aspek manajemen komunikasi pada sekolah inklusif sangat penting mengingat hambatan utama sekolah inklusif dan anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk maju dan mengakses pendidikan bukan terletak pada kecacatan atau ketunaannya, namun pada penerimaan sosial masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya isu negatif yang harus dihadapi oleh sekolah inklusif. Stigma terhadap ABK dan sekolah inklusif telah menjadi permasalahan tersendiri bagi sekolah inklusif. Bila tidak dikelola dengan baik, isu dapat berujung pada sejumlah implikasi negatif. Oleh sebab itu, diperlukan manajemen isu dalam sekolah inklusif. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui manajemen komunikasi dalam konteks manajemen isu terkait sekolah inklusif yang dilakukan oleh Sekolah Dasar (SD) Tumbuh 1 Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Dasar (SD) Tumbuh 1 melakukan manajemen isu dengan lima tahapannya yakni identifikasi isu, analisis isu, pilihan strategi perubahan isu, program penanganan isu, dan evaluasi hasil. Respon masyarakat yang kemudian muncul mengenai SD Tumbuh 1 dengan adanya berbagai program penanganan isu yang dilakukan dapat dikatakan sebagai respon yang positif. Aspek inklusif yang diterapkan oleh SD Tumbuh 1 justru dapat dikemas sebagai nilai tambah bagi sekolah. Isu negatif mengenai sekolah inklusif dapat dikelola dengan baik oleh SD Tumbuh 1 dan menghasilkan dampak yang baik bagi sekolah, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan yang memerlukan perbaikan.

The communications management aspect of inclusive schools is very important given that the main constraints of inclusive schools and children with special needs (ABK) to advance and access education are not in their disability or impairment, but on public acceptance. This research is motivated by the negative issues faced by inclusive schools. Negative assumptions against inclusive school and children with special needs are challenges for inclusive schools. If those are not properly managed, issues can lead to a number of negative implications. Therefore, inclusive schools need issue management. The purpose of this research is to know the communications management in the context of issues related to inclusive school management conducted by SD Tumbuh 1 Yogyakarta. The approach used in this research is qualitative with case study method. Data collection techniques used are in-depth interviews, observation, and documentation. The research result shows that SD Tumbuh 1 conducted issue management in five stages: problem identification, issue analysis, issue change strategy options, issue actions programming, and result evaluation. Because of the various programs that have been organized to handle the issue, society has given positive response so far. The inclusive aspect implemented by SD Tumbuh 1 can actually be portrayed as an added value for the school. The negative discourse on inclusive school are well-managed by SD Tumbuh 1 and create a positive impact for the school, although there are still some shortcomings that require improvement.

Kata Kunci : Manajemen komunikasi, manajemen isu, public relations, sekolah inklusif

  1. S2-2018-388837-abstract.pdf  
  2. S2-2018-388837-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-388837-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-388837-title.pdf