Laporkan Masalah

Dinamika Pelaksanaan Program Intervensi Lembaga Donor Terhadap Masyarakat Korban Bencana Tsunami di Desa Kuala Bubon Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat

SAFRIDA, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si. ; Drs. Suparjan, M.Si.

2018 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Pada tanggal 26 Desember 2004 terjadi bencana alam gempa dan tsunami yang mengakibatkan sebagian wilayah pantai barat hancur diterjang oleh gelombang tsunami. Sarana dan prasarana hancur bahkan banyak menelan korban jiwa. Intervensi yang dilakukan oleh lembaga donor dari CRS fokus pada pembangunan inprastruktur, sedangkan intervensi yang dilakukan oleh YEU diawal masa tanggap darurat fokus pada layakan kesahatan, sehingga beranjak pada program pembangunan inprastruktur serta program pendampingan bagi masyarakat sampai tahun 2010. Intervensi dari pemerintah daerah hadir dalam segi kebijakan dalam memfasilitasi lembaga donor untuk melaksanakan program, akan tetapi intervensi yang dilakukan oleh pemerintah, menimbulkan reaksi konflik internal masyarakat dan masyarakat dengan lembaga donor. Dinamika pelaksanaan program intervensi yang dilakukan oleh lembaga donor mendapatkan tantangan sendiri dalam mewujudkan keberhasilan programnya atau mewujudkan keinginan masyarakat sepenuhnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, muncullah rumusan masalah terkait“ Bagaimana Kondisi kehidupan masyarakat di Desa Kuala Bubon Pasca Intervensi Program dari Lembaga Donor ? dengan melihat secara detail bagaimana dinamika program dari lembaga donor terhadap masyarakat, kemudian bagaimana respon masyarakat dalam program intervensi yang dilakukanolehlembaga donor, dan bagaimana kemandirian masyarakat pasca intervensi program darilembaga donor? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Desa Kuala Bubon kecamatan Samatiga kabupaten Aceh Barat. Unit analisis dalam penelitian ini adalah masyarakat Kuala Bubon. Informan penelitian berjumlah 15 orang, menggunakan tekni Purpusive sampling berjumlah 5 orang diantaranya, Kepala Sub Bidang Ekonomi Bappeda Aceh Barat, Seketaris Camat Samatiga, Wakil Bidang Pemerintahan Samatiga. Kepala desa dan seketaris desa, dan teknik snowball berjumlah 10 orang terdiri dari Kaur. Pembangunan, Kaur. Kesra (Kesejahteraan), Kepala Lorong dan masyarakat. Pengumpulan Data Menggunakan Observasi,Wawancara, dan dokumen. Analisis data menggunakan teori analisis dari Miles dan Huberman, dan keabsahan data menggunakanTrianggulasi sumber. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, Dinamika program terbagi menjadi tiga periode waktu, periode awal (inisiasi program), periode pertengahan (pelaksanaan program), dan periode akhir (terminasi/pengakhiran program). Respon masyarakat dalam program intervensi yang dilakukan oleh lembaga donor YEU, mengalami konflik internal antar masyarakat. Masyarakat yang pro YEU dan masyarakat yang kontra YEU. Dari konflik yang ditimbulkan menjadikan masyarakat yang dewasa dan program intervensi berdampak positif bagi masyarakat. Kemandirian masyarakat pasca intervensi program, masih belum mandiri secara keseluruhan. Secara umum masyarakat masih mengalami ketergantungan dalam upaya pemenuhan kebutuhan , serta belum terorganisir incame (penghasilan) dan outcame (pengeluaran) yang didapatkan dari penghasilan. Masyarakat Kuala Bubon masih mengalami kondisi ketidaksejahteraan (ilfare) pasca intervensi program dari lembaga donor.

On December 26, 2004, an earthquake and tsunami disaster struck part of the west coast destroyed by the tsunami. Facilities and infrastructure destroyed even many casualties. Interventions conducted by donor agencies from CRS focus on infrastructure development, whereas YEU interventions at the beginning of the emergency response period focus on hospitality, leading to an inrural infrastructure development program and advisory program for communities until 2010. Interventions from local governments are present in terms of policies in facilitating donor agencies to implement the program, but government interventions, generating an internal conflict with communities and communities with donor agencies. The dynamics of the implementation of the intervention programs undertaken by the donor agencies have their own challenges in realizing the success of the program or realizing the wishes of the community completely. Based on this background, the problem emerged regarding "What is the condition of community life in the Village of Kuala Bubon after the Donor Program Intervention Program? by looking in detail about the program dynamics of donor agencies to the community, then how is the community response in the intervention program undertaken by the donor agencies, and how is the community's independence after the donor program intervention? This research uses descriptive qualitative method. The study is located in the village of Kuala Bubon, Samatiga district, West Aceh district. The unit of analysis in this study was the Kuala Bubon community. The research informants amounted to 15 people, using the technique of Purpusive sampling amounting to 5 people, among them, Head of Economic Sub-Division Bappeda Aceh Barat, Sekamat Samatiga Sub-district, Samatiga Government Deputy. Village head and village secretary, and snowball technique totaling 10 people consist of Kaur. Development, Kaur. Kesra (Welfare), Head of Lorong and community. Data Collection Using Observations, Interviews, and documents. The data analysis uses the analytical theory of Miles and Huberman, and the validity of the data using source source. The results of the study show that program dynamics is divided into three time periods, initial period (program initiation), mid period (program implementation), and end period (termination / termination of the program). The community response in the intervention program undertaken by the YEU donor agency, experienced internal conflicts between communities. The pro-YEU and YEU counterparts. From the conflicts it creates, mature communities and intervention programs have a positive impact on society. The independence of the community after the intervention program, still not independent as a whole. In general, people are still dependent on efforts to meet the needs, and not yet organized incame and outcame (expenditure) earned from income. The people of Kuala Bubon are still experiencing the condition of the ilfare after the donor program intervention.

Kata Kunci : Dinamika Program, Kesejahteraan, Intervensi, dan Kemandirian/ Keywords: Program Dynamics, Welfare, Intervention, and Independence

  1. S2-2015-388920-tableofcontent.pdf  
  2. S2-2018-388920-abstract.pdf  
  3. S2-2018-388920-bibliography.pdf  
  4. S2-2018-388920-title.pdf