ANALISIS ATAS PEMBIAYAAN UTANG PADA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (STUDI KASUS TAHUN ANGGARAN 2016)
TOTOH THOLHAH, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak., C.A.
2018 | Tesis | S2 AkuntansiDefisit APBN tahun 2016 sebesar 308 triliun rupiah dari yang direncanakan sebesar 296 triliun rupiah menyebabkan meningkatnya pembiayaan utang dari rencana awal 296 triliun rupiah menjadi 334 triliun rupiah. Selisih lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) sebesar 26 triliun rupiah yang terjadi pada tahun 2016 merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut dalam rangka mencari solusi atas permasalahan yang terjadi agar ke depan tidak terdapat lagi pembiayaan yang tersisa dan pengelolaan pembiayaan utangmenjadi lebih baik. Pengelolaan pembiayaan utang yang baik merupakan kewajiban dari pemerintah karena setiap rupiah yang masuk dari pembiayaan utang juga melekat kewajiban yang harus dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus dan dilakukan pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) sebagai unit pengelola utang pemerintah. Data primer berasal dari wawancara kepada pejabat dan pegawai di DJPPR serta unit yang terkait langsung dalam proses pengelolaan pembiayaan utang khususnya pada proses perencanaan seperti Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Data sekunder dalam penelitian ini berupa data pembiayaan utang pemerintah tahun 2016 dan data laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP). Analisis data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan metode miles-huberman yaitu data yang telah dikumpulkan kemudian direduksi serta disajikan lalu ditarik suatu simpulan dari data tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan pembiayaan utang yang dilakukan oleh pemerintah dan melakukan identifikasi permasalahan-permasalahan dalam pengelolaan pembiayaan utang. Dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui permasalahan yang sebenarnya terjadi dalam tataran praktis di lapangan terkait dengan pengelolaan pembiayaan utang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan landasan untuk meningkatkan pengelolaan pembiayaan utang menjadi lebih baik pada masa yang akan datang. Berdasarkan analisis peneliti hasil penelitan ini menunjukkan bahwa proses perencanaan dan penyusunan strategi utang merupakan tahapan yang krusial dalam pengelolaan pembiayaan utang. Perencanaan yang matang dalam menentukan besaran utang yang akan diadakan, bagaimana memperolehnya dan ke mana akan dialokasikan menjadi fondasi yang tidak dapat diabaikan. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan komitmen yang tinggi menjadi kata kunci terwujudnya pengelolaan pembiayaan utang yang optimal
Budget deficit in 2016 in the amount of Rp308 trillion of which is planned Rp296 trillion cause increased debt financing of the initial plan Rp296 trillion to Rp334 trillion. The budget over financing (SiLPA) Rp26 trillion, which occurred in 2016 is an interesting thing to be research in order to find solutions that happen and there is no longer residual debt financing in the future. Good debt financing management is an government duties cause every rupiahs in debt comes a big responsibility. This research used a qualitative approach through case studies in the Directorate General of Budget Financing and Risk Management (DJPPR) as government debt management office. The primary data from officers and employees interviews in DJPPR and related units directly in debt financing management, especially in the planning process such as the Directorate General of Budget (DJA) and the Fiscal Policy Institution (BKF). Secondary data in this research are debt government data in 2016 and Central Government Financial Report (LKPP). The data analysis was conducted by researchers using the Miles-Huberman that the data collected then reduced and displayed to be concluded. This research aimed to describe the process of debt financing management by the government and to identify problems in the debt financing management. Expectations of this research is to find out the real issues going on in the practical level in the field related to the debt financing management. This research is expected to be a cornerstone in improving the debt financing management for the better in the future. Based on analysis researcher, the research results show that the process of planning and debt strategy is a crucial step in the debt financing management. Careful planning in determining the amount of the debt to be held, how to obtain it and where will be allocated is the foundation that can not be ignored. Stakeholders coordination and commitment become key words to realize an optimal debt financing management.
Kata Kunci : pengelolaan pembiayaan utang, SiLPA