Laporkan Masalah

Analisis Manajemen Modal Kerja Sehubungan dengan Pengukuran Profitabilitas UMKM (Studi pada SP Alumunium)

AFNI SIRAIT, Hardo Basuki, Dr., M.Soc.Sc., CSA., CA

2018 | Tesis | S2 Akuntansi

Unit usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM menjadi pilar perkembangan perekonomian Indonesia beberapa tahun terakhir. Hal ini terbukti pada periode krisis moneter tahun 1997-1998 UMKM menopang perekonomian Indonesia. Data statistik UMKM hasil pemetaan yang dilakukan oleh Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan bahwa secara nasional untuk tahun 2007-2014 sebesar 2,4% per tahun. Jumlah unit usaha tahun 2008 sejumlah 51,4 juta meningkat menjadi 59,3 juta. Perkembangan UMKM tidak terlepas dari kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah kepada pelaku usaha/pengusaha. Peraturan-peraturan dan regulasi yang dikeluarkan memberikan pedoman dan aturan yang mengikat bagi pelaku usaha/pengusaha. Hal penting yang menjadi perhatian dari sisi akuntansi untuk peraturan yang dikeluarkan pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah adalah sisi permodalan. Modal menjadi penting karena digunakan untuk melakukan aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari yang salah satunya digunakan untuk melakukan pembayaran kewajiban jangka pendek yang akan jauh tempo. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki modal kerja yang optimal untuk aktivitas bisnis sehari-hari dengan tidak mengesampingkan likuiditas perusahaan, produktivitas, dan efektivitas dari manajer keuangan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis jenis modal kerja dan alasan pemilihan jenis modal kerja, menganalisis faktor penentu modal kerja, dan menganalisis tingkat profitabilitas perusahaan. Data yang digunakan data primer (laporan laba/rugi, neraca, laporan order pembelian, dan laporan volume produksi) dan data sekunder (peraturan pemerintah dan data-data lain yang berhubungan dengan penelitian). Jenis penelitian ini studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pemiliha partisipan menggunakan metode gatekeepers. Penelitian dilakukan di SP Alumunium mulai bulan September 2017 hingga Januari 2018. Hasil pembahasan menunjukkan SP alumunium menerapkan konsep modal kerja kuantitatif dengan jenis variabel-siklis. Faktor penentu modal kerja berasal dari faktor internal (kapasitas sumber daya manusia, data akuntansi, kapasita produksi, dan lokasi pabrik) dan faktor eksternal (harga bahan baku dan permintaan pasar). Perusahaan menggunakan metode ketikatan dana dalam menentukan modal kerjanya. Hasil perhitungan metode keterikatan dana yang dilakukan peneliti menunjukkan terjadi kelebihan investasi dalam kurun waktu 2012 -2016 sekitar 30% hingga lebih 50%.

Micro, small, and medium enterprises, or UMKMs have become the pillar of economic development in Indonesia for the last few years. It was evident during the period of monetary crisis of 1997-1998, UMKMs supported Indonesia's economy. UMKM's statistics data as the result of a mapping performed by Bank Indonesia show that the national growth from 2007-2014 reached 2.4% per year. The number of business units in 2008 rose from 51.4 million to 59.5 million. The development of UMKMs is closely related with facilities provided by both the central and local governments for businessmen. The rules and regulations issued provide guidelines and parameters for the businessmen. One important thing that has become the focus of attention from the accounting side in terms of government regulations, both from the central and local governments, is capital provision. Capital is important because it is used for companies daily business activities, such as repaying short-term payment responsibilities. Therefore, a company must provide an optimal working capital for its daily business activities while ensuring company liquidity, productivity, and financial managers effectiveness. This research aims to analyze types of working capital and reasons in choosing working capital types, analyze the determining factors of working capital, and analyze companys profitability level. The data used are primary data (profit/loss reports, ledger, purchase order reports, and production volume reports) and secondary data (government regulation and other data related with the research). This is a case study research with a qualitative descriptive approach. The participants for this research were selected using the gatekeepers method. This research was conducted at SP Alumunium from September 2017 to January 2018. Results of the discussion show that SP Alumunium applies the concept of quantitative working capital with a cyclical variable type. The determining factors of working capital comes from internal factors (human resource capacity, accounting data, production capacity, and factory location) and external factors (price of raw materials, and market demand). The company uses attachment of funds method in determining its working capital. The results of attachment of funds method calculation performed by the researcher show that there is a surplus of investment in 2012-2016 which reached between 30% up to more than 50%. Keywords : SMEs, working capital, liquidity, profitability

Kata Kunci : UMKM, modal kerja, likuiditas, profitabilitas

  1. S2-2018-401989-abstract.pdf  
  2. S2-2018-401989-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-401989-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-401989-title.pdf