ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN NON-BUNGA PADA RISIKO BANK DI INDONESIA
RAYA AMBARA, Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D.
2018 | Tesis | S2 ManajemenBeberapa tahun terakhir terjadi perbedaan pendapat mengenai pengaruh pendapatan non-bunga pada risiko bank. Dua pendapat utama yaitu, pertama adalah pendapatan non-bunga berpengaruh negatif terhadap risiko, sedangkan pendapat yang lain adalah pendapatan non-bunga berpengaruh positif terhadap risiko. Penelitian terbaru menyimpulkan jalan tengah bagi dua pendapat ini yaitu, pendapatan non-bunga yang diperoleh dari aktivitas ritel menurunkan risiko, sedangkan pendapatan non-bunga dari aktivitas trading dan investasi meningkatkan risiko. Namun, beberapa penelitian tersebut hanya dilakukan di negara yang memiliki kapitalisasi pasar saham besar, dan perekonomian didominasi oleh kegiatan investasi. Masih sedikit penelitian dilakukan di negara berkembang dimana perekonomian didominasi oleh kegiatan ritel perbankan. Indonesia merupakan negara berkembang yang perekonomiannya didominasi oleh kegiatan ritel perbankan, meskipun terjadi pertumbuhan pasar saham. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha menganalisis pengaruh diversifikasi pendapatan non-bunga terhadap risiko bank umum di Indonesia, untuk memberikan bukti empiris mengenai pendapatan non-bunga yang diperoleh dari kegiatan ritel perbankan dan kegiatan investasi. Populasi penelitian ini adalah bank umum di Indonesia pada tahun 2008-2016. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria bank umum yang terdaftar pada BUKU 2, 3 dan 4 yang aktif melakukan aktivitas trading dan investasi. Observasi penelitian ini menggunakan 23 bank umum. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel tidak seimbang fixed effects. Variabel penelitian ini adalah pendapatan fee/provisi/komisi, pendapatan operasional lainnya, pendapatan dari aktivitas trading dan investasi, serta risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan non-bunga berpengaruh negatif secara signifikan terhadap risiko, terutama pendapatan non-bunga yang berupa fee/provisi/komisi dan administrasi. Pendapatan non-bunga yang berupa pendapatan lain-lain dan pendapatan dari aktivitas trading berpengaruh negatif secara signifikan terhadap risiko perbankan. Pengaruh negatif ini karena perbankan di Indonesia lebih mendominasi perekonomian dibandingkan pasar saham.
In recent years there has been a disagreement over the influence of non-interest income on bank risk. There are two main opinions, first is non-interest income has a negative effect on risk, while the other opinion is non-interest income has a positive effect on risk. Recent research concludes the middle ground for these two opinions: non-interest income derived from retail activity lowers risk, while non-interest income from trading and investment activities increases risk. However, some of these studies are only conducted in countries that have large stock market capitalization, and the economy is dominated by investment activities. There is little research done in developing countries where the economy is dominated by retail banking activities. Indonesia is a developing country whose economy is dominated by retail banking activities, despite the growth of the stock market. Therefore, this study seeks to analyze the effect of non-interest income diversification on the risk of commercial banks in Indonesia, to provide empirical evidence of non-interest income derived from retail banking activities and investment activities. The population of this study is commercial banks in Indonesia in 2008-2016. Sampling using purposive sampling method, with the criteria of commercial banks listed on BOOK 2, 3 and 4 are active in trading and investment activities. Observations of this study using 23 commercial banks. This study uses panel data regression unbalanced fixed effects as analytical method. The variables of this research are fee/provision/commission income, other operating income, income from trading activity and investment, and risk. Research results show us that non-interest income has a significant negative effect on risk, especially non-interest income in the form of fee/ provision/ commission and administration. Non-interest income from other operating income and income from trading activities also has a significant negative impact on banking risk. This negative influence because banks in Indonesia dominate the economy than the stock market.
Kata Kunci : Pendapatan non-bunga, diversifikasi pendapatan non-bunga, pendapatan fee/provisi/komisi, pendapatan trading dan investasi, pendapatan operasional lainnya, risiko bank.