Pengaruh Perlakuan Pra Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Dua Kultivar Padi (Oryza sativa L.) Tercekam Salinitas
NINDYA ARINI, Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc., Ph.D;Dr. Ir. Sriyanto Waluyo, M.Sc
2018 | Tesis | S2 AgronomiSalinitas sebagai faktor pembatas dalam peningkatan produktivitas tanaman padi menyebabkan petani di wilayah pesisir pantai Baros, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta menanam padi hanya satu kali dalam satu tahun. Alternatif upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak salinitas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Salah satu upaya yang dapat digunakan di lahan salin adalah dengan perlakuan pratanam. Perlakuan pratanam yang dilakukan pada saat pembibitan dengan garam diharapkan meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Februari tahun 2017 di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RCBD) dengan satu faktor. Perlakuan pra tanam sebagai faktor tunggal yang mana terdapat dua aras perlakuan yaitu pembibitan kondisi salin dan non salin. Masing-masing kultivar dilakukan analisis tersendiri. sehingga masing-masing kultivar diperoleh 2 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pra tanam pesemaian salin menghasilkan, tinggi tanaman yang lebih tinggi, jumlah anakan yang lebih banyak dan konsentrasi Na+ yang lebih rendah di umur 25 hst pada Kultivar Dendang. Pada Kultivar IR-64, perlakuan pra tanam pesemaian salin menghasilkan tinggi tanaman dan konsentrasi K+ lebih tinggi di umur 25 hst. Peningkatan daya hantar listrik tanah hingga 6-9 dS/m pada fase generatif menurunkan kemampuan toleransi tanaman perlakuan pesemaian salin terhadap cekaman salinitas.
Salinity as a limiting factor in increasing rice productivity causes farmers in the coastal area of Baros, KecamatanKretek, Bantul Regency, Yogyakarta grow rice only once a year. Salt pretreatment can be used as an attempt to reduce the impact of salinity on crop performance and yield. Salt pretreatment at the seedling stage is expected to increase crop tolerance to salinity stress. The study was conducted from October 2016 to February 2017 in Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Yogyakarta. The study was arranged in randomized complete block design (RCBD). The factor consisted of salt pretreatment and non-salt pretreatment. Each cultivar was analysed separatelywith three replications. The results showed that salt pretreatment increased plant height and number of tiller on Dendang cultivar. However, salt pretreatment decreased Na+ concentrations and proline content. Salt pretreatment in IR-64 cultivar increased plant height, number of tillers, K+ concentration butdecreased proline content.Increasing EC values up to 6-9 dS/m at generative phase reduced the rice ability to cope with this level of salinity, despite the application of salt pretreatment.
Kata Kunci : Pratanam, Padi, Salinitas