Laporkan Masalah

KAJIAN KETERGANGGUAN LINGKUNGAN GUA UNTUK ARAHAN PENGELOLAAN KEGIATAN WISATA (STUDI KASUS GUA DI KAWASAN WISATA PINDUL, DESA BEJIHARJO, KABUPATEN GUNUNGKIDUL)

Roza Oktama, Dr. Eko Haryono, M.Si.;Dr. Tjahyo Nugroho Adji, M.Sc.Tech.

2018 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Aktivitas antropogenik dapat menyebabkan gangguan hingga kerusakan lingkungan di bentanglahan karst, termasuk salah satunya kegiatan wisata. Tingginya wisatawan berkunjung ke Kawasan Wisata Pindul tentu menghadirkan permasalahan tersendiri dari sudut pandang lingkungan, di mana kegiatan wisata mengakibatkan ketergangguan lingkungan gua. Berlandaskan latar belakang tersebut, maka penelitian ini memiliki tujuan: (1) menganalisis ketergangguan lingkungan gua di Kawasan Wisata Pindul; (2) merumuskan arahan pengelolaan kegiatan wisata di Kawasan Wisata Pindul serta menjabarkan faktor penyebab dan perkiraan dampak lanjutan berdasarkan hasil analisis ketergangguan lingkungan gua. Berdasarkan metode pengumpulan data dalam penelitian, maka penelitian ini tergolong sebagai penelitian survai lapangan. Data yang dikumpulkan dengan pengamatan dan pengukuran kemudian terbagi ke dalam kategori geomorfologi, atmosfer, hidrologi, biologi, kultural, dan informasi pengelolaan kegiatan wisata. Pengolahan data yang dilakukan untuk mencapai tujuan pertama adalah penilaian dengan Metode Indeks Ketergangguan Lingkungan Gua yang dimodifikasi dari Van Beynen dan Townsend (2005) dan guna mencapai tujuan kedua dilakukan perumusan dengan pendekatan Threefold Tourism Management. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskripsi. Hasil penelitian menunjukan Ketergangguan Lingkungan Gua di Kawasan Wisata Pindul menunjukan besaran indeks pada kisaran 0,362 hingga 0,538. Secara urut dari gua dengan Indeks Ketergangguan Gua (IKG) tertinggi hingga terendah adalah sebagai berikut: (1) Gua Baru dengan IKG sebesar 0,538; (2) Gua Pindul dengan IKG sebesar 0,495; (3) Gua Tanding dengan IKG sebesar 0,495; (4) Gua Gelatik dengan IKG sebesar 0,495; (5) Gua Sioyot dengan IKG sebesar 0,376; (6) Gua Sriti dengan IKG sebesar 0,362. Arahan Pengelolaan Kegiatan Wisata Gua di Kawasan Wisata Pindul secara keseluruhan berupa: Penguatan peranan pemandu melalui skema peningkatan kompetensi mengenai lingkungan gua, pengendalian jumlah pengunjung, kewajiban penggunaan alat perlindungan diri disertai pembatasan benda yang dibawa, pelaksanaan piket kebersihan, penyesuaian bentuk dan intensitas konstruksi dalam gua, serta pendayagunaan BUMDes Bejiharjo.

Anthropogenic activity causing environment disturbance or even damage in the Karst Landscape, tourism activity is one from many other activity. High intensity of tourists visiting at Pindul Tourism Area certainly presents its own problems from environmental point of view, where tourism activities lead to cave environment disturbance. Based on this background, this research has the purpose of: (1) Analyzing the cave environment disturbance at Pindul Tourism Area; (2) to formulate the referrals of tourism activity management at Pindul Tourism Area also describe related causes and estimate further impact based on analysis result of cave environment disturbance. This research is classified as survey research field. The collected data are grouped into geomorphology, atmospheric, hydrological, biological, cultural, and tourism management information categories. Data processing performed to achieve the first objective is the assessment with the Method of Environment Disturbance Cave modified from Van Beynen and Townsend (2005) and to achieve the second goal is formulated with the Threefold Tourism Management approach. The analysis used in this research is the description analysis. The result of the research shows that the Cave Environment Disturbance at Pindul Tourism Area shows indices in the range of 0.362 to 0.538. In order from the cave with the highest and lowest Cave Disturbance Indices (CDI) are as follows: (1) Baru Cave with CDI of 0.538; (2) Pindul Cave with CDI of 0.495; (3) Tanding Cave with CDI of 0.495; (4) Gelatik Cave with CDI of 0.495; (5) Sioyot Cave with CDI of 0.376; (6) Sriti Cave with CDI of 0.362. The referrals of the Cave Tourism Activity Management at Pindul Tourism Area as a whole is as follows: Strengthening the role of the guide through the scheme of increasing the competence of the cave environment, controlling the number of visitors, the obligation to use self-protection tools along with the restrictions on the objects being brought, the implementation of cleanliness picket, shape and intensity adjustment of the construction inside each cave, and utilization of BUMDes Bejiharjo.

Kata Kunci : Ketergangguan, Lingkungan Gua, Pengelolaan Kegiatan Wisata

  1. S2-2018-376315-abstract.pdf  
  2. S2-2018-376315-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-376315-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-376315-title.pdf