Laporkan Masalah

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN ANALISIS BIAYA PASIEN RAWAT INAP DENGAN COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA (CAP)

GINI ERWANTI, Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt. ; Dr. Dwi Endarti, M.Sc., Apt.

2018 | Tesis | S2 Magister Farmasi Klinik

Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat menimbulkan terjadinya peningkatan efek samping dan toksisitas, pemborosan biaya dan tidak tercapainya manfaat klinik yang optimal serta meningkatkan resiko resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan antibiotik dan hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap outcome klinik pada pasien rawat inap dengan CAP serta mengetahui ada tidaknya perbedaan biaya antara penggunaan antibiotik rasional dan tidak rasional pada pasien rawat inap dengan CAP. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan metode cross sectional. Pengambilan data penelitian dilakukan selama periode 1 Januari - 30 September 2017 di Unit Rekam Medis dan bagian keuangan RSI Banjarnegara. Jumlah sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 130 pasien. Hasil data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis deskriptif dan rasionalitas antibiotik dianalisis menggunakan alur Gyssens. Data rasionalitas dengan biaya dianalisis dengan uji statistik Mann Whitney sedangkan data rasionalitas dengan outcome terapi dengan uji statistik Fisher. Dari penelitian diperoleh hasi bahwa penderita CAP banyak diderita pasien dengan usia >60 tahun (75,4%) dengan penyakit penyerta terbanyak adalah CHF (47,2%). Rata-rata rawat inap pasien CAP adalah 4,2 ± 1,4 hari. Antibiotik yang banyak digunakan adalah kombinasi seftriakson + azitromisin (26,9%). Persentase rasionalitas penggunaan antibiotika empiris pada pasien CAP di bangsal rawat inap RSI Banjarnegara adalah sebesar 11,5 % rasional dan 88,5% tidak rasional dengan kategori IVA 50,8%, kategori IVC 21,5%, dan kategori IVD sebanyak 16,2%. Rata-rata biaya total rawat inap pasien dengan CAP adalah sebesar Rp. 3.446.204 ± 1.512.573. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap outcome klinik belum terlihat, karena ada faktor lain yang mempengaruhi outcome klinik, diantaranya adalah penyakit penyerta. Pada kelompok rasional memiliki biaya antibiotik yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang tidak rasional.

Improper use of antibiotics may lead to increased side effects and toxicity, wasteful costs and inadequate clinical benefit and increased risk of antibiotic resistance. The purpose of this study to determine the rationality of the use of antibiotics and the rationality of the use of antibiotics to clinical outcomes in inpatients with CAP and to determine whether there is a cost difference between rational and irrational antibiotic use in hospitalized patients with CAP. This research is an observational research with cross sectional method design. The data were collected during the period of 1 January to 30 September 2017. The number of samples inclusion criteria were 130 patients. The data obtained then analyzed descriptive and rationality of antibiotics analyzed using Gyssens. Rationality data with cost is analyzed by Mann Whitney statistic test while rationality data with therapy outcome with Fisher test statistic. From the research, it was found that the patients of CAP suffered by patients with age> 60 years (75,4%) with the most comorbid disease was CHF (47,2%). The average hospital admission for CAP patients was 4.2 ± 1.4 days. The widely used antibiotic is a combination of ceftriaxone + azithromycin (26.9%). The percentage of rationality of empiric antibiotic use in CAP patients in the Banjarnegara Islamic Hospital is roughly 11.5% rational and 88.5% irrational with category IVA 50,8%, category IVC 21,5% and category IVD 16,2%. The average total cost of hospitalization of patients with CAP is Rp. 3.446.204 ± 1.512.573. The results of the study indicate that the relationship between rationality of antibiotic use to clinical outcome has not been seen, as there are other factors that influence clinical outcomes, such as comorbidities. In rational groups have lower antibiotic costs compared with irrational groups.

Kata Kunci : community acquired pneumonia, evaluasi antibiotik, gyssens, analisis biaya

  1. S2-2018-402609-abstract.pdf  
  2. S2-2018-402609-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-402609-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-402609-title.pdf