KEDUDUKAN ANAK PEREMPUAN DALAM HUKUM WARIS ADAT DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN, BALI
NI KM WIJIATMAWATI, Tody Sasmitha Jiwa Utama, S.H., LL.M.
2017 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan anak perempuan dalam hukum waris adat di Desa Tenganan Pegringsingan beserta faktor-faktor yang mempengaruhi kedudukan anak perempuan dalam hukum waris adat di Desa Tenganan Pegringsingan. Penelitian mengenai kedudukan anak perempuan pada sistem pewarisan di kalangan masyarakat Tenganan Pegringsingan merupakan penelitian yuridis empiris yaitu penelitian hukum yang utamanya meneliti data primer. Data primer adalah data yang diperoleh dari penelitian lapangan dengan mewawancarai responden dan narasumber yang memenuhi beberapa kriteria. Kriteria responden yaitu seorang anak perempuan yang telah melangsungkan perkawinan, memiliki hak waris di Desa Tenganan Pegringsingan, dan merupakan krama desa. Kriteria narasumber yaitu pihak yang dianggap lebih tahu tentang kedudukan anak perempuan pada sistem pewarisan di kalangan masyarakat Tenganan Pegringsingan. Data sekunder diperoleh dengan menghimpun data dari berbagai literatur. Data sekunder dan data primer kemudian dikelompokkan dan diseleksi secara sistematis yang selanjutnya dianalisis dan ditafsirkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Selanjutnya dalam penarikan kesimpulan digunakan metode logika induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketimpangan dalam kedudukan anak perempuan pada sistem pewarisan di kalangan masyarakat Tenganan Pegringsingan yang dilihat dari segi analisis gender yakni belum terpenuhinya kesetaraan dari segi akses, kontrol dan manfaat. Sedangkan dari segi partisipasi telah terpenuhinya kesetaraan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kedudukan anak perempuan dalam hukum waris adat di Desa Tenganan Pegringsingan yakni adalah faktor kepercayaan, faktor aturan desa adat tenganan pegringsingan, dan faktor mempertahankan kekerabatan berbasis hubungan darah.
This study aims to identify and analyze the status of women in customary law in the village Tenganan Pegringsingan along with factors affecting the status of women in customary law in the village of Tenganan Pegringsingan. Research on the position of women in the inheritance system among the Tenganan Pegringsingan community is an empirical juridical research that is legal research that primarily examines the primary data. Primary data is data obtained from field research by interviewing respondents and resource persons who meet several criteria. The respondent's criterion is that a woman who has married, has inheritance rights in Tenganan Pegringsingan Village, and part of krama desa. The criteria of the informants are those who are expert about the status of women in the inheritance system among the Tenganan Pegringsingan community. Secondary data were obtained by collecting data from various literatures. Secondary data and primary data are then grouped and systematically selected which are then analyzed and interpreted using a qualitative approach. Furthermore, in the withdrawal of conclusion used inductive logic method. The results of the study indicate that there is an imbalance in the status of women in the inheritance system among the Tenganan Pegringsingan community which is viewed from the aspect of gender analysis that is not yet fulfilled equality in terms of access, participation and control. While in terms of benefits has been fulfilled equality. Factors influencing the status of women in customary law in Tenganan Pegringsingan Village are belief factor, regulation factor of traditional village of pegringsingan tenganan, and factor of maintaining relation based on blood relation.
Kata Kunci : Hukum Waris Adat, Kedudukan Anak Perempuan, Desa Tenganan Pegringsingan