HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENYANDANG DIFABEL
BUDI SUSANTI, dr. Mora Claramita, MHPE, Ph.D
2018 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar belakang : Penyandang difabel disebut sebagai orang cacat, sering dianggap sebagai warga masyarakat yang tidak produktif, tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga hak-haknya pun diabaikan. Jumlah difabel sekitar 15% dari jumlah penduduk dunia, di Jawa Tengah 2,45% dan di Kabupaten Purworejo sebesar 0,75 %. Jumlah penyandang difabel yang cukup banyak membutuhkan perhatian keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas hidup penyandang difabel. Penilaian fungsi keluarga menggunakan skor APGAR keluarga dan kualitas hidup penyandang difabel menggunakan instrument WHOQOL-BREF dapat dilakukan oleh dokter keluarga. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga menggunakan skor APGAR keluarga dan kualitas hidup menggunakan instrument WHOQOL-BREF pada penyandang difabel di Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sebanyak 535 penyandang difabel sebagai subyek penelitian dan responden yang dieksklusi sebanyak 190 orang, 345 responden diukur fungsi keluarganya dengan menggunakan kuesioner skor APGAR keluarga dan diukur kualitas hidupnya dengan instrument WHOQOL-BREF. Uji statistik menggunakan uji korelasi spearman untuk melihat hubungan antara kualitas fungsi keluarga dan kualitas hidup.. Pengolahan data menggunakan program Syntax. Hasil : Pengambilan data di 29 desa yang menjadi lokasi penelitian mendapatkan 345 sampel. Analisis statistik dengan uji korelasi spearman memperlihatkan pengaruh signifikan skor APGAR, jenis kelamin dan umur dengan instrument WHOQOL-BREF (p=0,00). Fungsi keluarga mempunyai hubungan signifikan dengan kualitas hidup pada domain hubungan sosial dan lingkungan. Kesimpulan : Tardapat hubungan antara fungsi keluarga dan kualitas hidup penyandang difabel pada domain hubungan sosial dan lingkungan.
Background : People with disabilities are often referred to as disabled people, and regarded as unproductive members of society, unable to perform their duties and responsibilities so that their rights are sometimes not protected and violated. The number of persons with disabilities is about 15% of the world population, in Central Java 2.45% and in Purworejo Regency 0.75%. Many people with disabilities need family attention. As a direct result, family has an important role in improving the quality of life of persons with disabilities. Assessment of family function using the family APGAR score and the quality of life of persons with disabilities using the WHOQOL-BREF instrument can be performed by most family doctors. Objective : This research aimed to determine the relationship of family function on people with disabilities using APGAR family scores and quality of life using the WHOQOL-BREF instrument. Methods : This research is a quantitative analytical study with a cross-sectional design. Out of a total of 535 people with disabilities as research subjects and respondents, 190 people were excluded and 345 respondents were included. Statistical analysis used Spearman correlation tests to determine the relationship between the quality of family function and quality of life. Data processing used the Syntax program. Results : Data collection in 29 villages that became the locations of the study obtained 345 samples. Statistical analysis results showed significant effect of APGAR score, sex and age with WHOQOL-BREF measurement (p = 0.00). The family function had a significant relationship with the quality of life in the domain of social and environmental relations. Conclusion: There is a relationship between family function and the quality of life of persons with disabilities in the domain of social and environmental relations.
Kata Kunci : Family APGAR, WHOQOL-BREF instrument, people with disability