IMPLEMENTASI STANDAR PENGASUHAN ANAK DI LKSA DAARUS SUNDUS KABUPATEN MAGELANG
WIWEKA HESTI RAHADI, Dr. AG. Subarsono, M.Si., M.A.
2018 | Tesis | S2 Administrasi PublikBerdasarkan hasil penelitian UNICEF dan Save the Children, pengasuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) / panti asuhan anak di Indonesia tidak berkualitas dan justru meninggalkan orientasi pengasuhan utama yaitu berbasis keluarga. Sebagai sebuah respon, pemerintah kemudian mengeluarkan Standar Nasional Pengasuhan Untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (SNPA) yang menjadi pedoman utama pengasuhan anak di dalam lembaga. Namun, banyak terjadi ketidaksesuaian dalam penerapannya. Di Kabupaten Magelang, LKSA cenderung menemui kesulitan dalam melaksanakan standar yang ada karena berbagai sebab seperti keterbatasan kemampuan sumber daya. Bahkan, sedikit terjadi ketidaksetujuan. Oleh karenanya penulis ingin mengetahui sejauh mana sesungguhnya implementasi standar pengasuhan tersebut Tulisan ini bertujuan mendeskrepsikan bagaimana implementasi standar pengasuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhi di LKSA Daarus Sundus Kabupaten Magelang. LKSA ini dipilih karena secara berturut-turut menerima program Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) sebagai modal penting untuk membantu pelaksanaan pengasuhan sesuai dengan SNPA. Adapun metode penelitian yang dipergunakan adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Jenis ini dimaksudkan untuk dapat mendeskripsikan secara lebih mendalam pada satu unit yang diteliti Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi standar pengasuhan anak di LKSA Daarus Sundus belum berjalan baik dan menghasilkan keluaran yang masih jauh dari tujuan kebijakan yang termuat dalam SNPA. Semua tujuan yang dicanangkan tidak terpenuhi. Implementasi yang tidak mencapai tujuan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: (1) sumber daya manusia LKSA yang belum mencukupi baik secara kuantitas maupun kompetensi, (2) kemampuan finansial LKSA yang masih belum kuat, (3) dukungan Pemerintah yang dalam hal ini Dinas Sosial di Kabupaten Magelang, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, dan Kementrian Sosial yang belum memadai, (4) faktor kontrol orang tua dan masyarakat yang kurang Rekomendasi penulis terutama ditujukan untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan dalam penelitian agar LKSA mampu melaksanakan pengasuhan sesuai pedoman dan mencapai kondisi ideal sesuai tujuan SNPA. LKSA diharapkan lebih aktif membuka diri dan mencari sumber kompeten untuk menimba ilmu dan menjalin jaringan. Pemerintah daerah diminta aktif membina dan memfasilitasi pengembangan kapasitas kelembagaan LKSA
Based on the results of UNICEF and Save the Children research, the care of Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKSA) / orphanage in Indonesia is not qualified and instead left the main family oriented orientation. As a response, the government then issued a National Standards of Care for Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (SNPA) which became the main guideline for child care within the institution. However, there are many discrepancies in its application. In Magelang District, LKSA tends to have difficulties in implementing existing standards due to various reasons such as limited resources capability. Even, a little bit of disapproval. Therefore the authors want to know the extent to which the actual implementation of the standard of care This paper aims to describe how the implementation of child care standard and factors that affect in LKSA Daarus Sundus Magelang regency. The LKSA was chosen because it consecutively received Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) program as an important capital to assist in the implementation of care in accordance with the SNPA. The research method used is qualitative method with qualitative descriptive type. This type is intended to be able to describe more in depth on one unit under study The study concludes that the implementation of childcare standard in LKSA Daarus Sundus has not gone well and resulted in outcomes that are still far from the policy objectives contained in the SNPA. All declared goals are not met. Implementation that does not reach the goal is influenced by several factors, namely : (1) LKSA human resources that are not sufficient both in quantity and competence, (2) LKSA financial capability is still not strong, (3) government support in this case Dinas Sosial in Magelang District, Dinas Sosial Central Java Province , and Kementrian Sosial, (4) poor parental and community control factors The authors recommendation is mainly aimed at correcting the deficiencies found in the research so that LKSA is able to carry out guidance according to the guidelines and achieve ideal conditions according to SNPA's objectives. LKSA is expected to be more active in opening up and looking for competent sources to gain knowledge and network. Local governments are asked to actively nurture and facilitate institutional capacity building of LKSA
Kata Kunci : Pengasuhan, Anak, LKSA, Standar , Implementasi