EFISIENSI EKONOMI RELATIF DAN ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI TEMBAKAU MENURUT JENIS LAHAN DI KABUPATEN TEMANGGUNG, 2017
WAHYU SETIADI, Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP, Ph.D.
2018 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanPenelitian ini mengeksplorasi tentang keragaman ushatani tembakau menurut jenis lahan di Kabupaten Temanggung, 2017. Perbedaan jenis lahan yang diusahakan petani dengan berbagai implikasinya adalah sebuah poin yang menarik untuk diteliti. Komoditas tembakau merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Temanggung yang memiliki nilai pendapatan yang besar bagi petani di Temanggung. Usahatani tembakau memiliki nilai biaya yang sangat tinggi dengan faktor risiko yang besar, sehingga diperlukan suatu kajian tentang perilaku petani tembakau berdasarkan jenis lahan yang diusahakan. Efisiensi dalam pengalokasian faktor produksi, tingkat kesuburan tanah, faktor iklim, modal, dan teknologi yang dipergunakan sangat memengaruhi kualitas dan kuantitas produksi tembakau. Kualitas dan kuantitas tembakau yang baik akan berakibat pada tingkat pendapatan yang diperoleh petani. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan membandingkan tingkat efisiensi (efisiensi teknik,efisiensi harga, dan efisiensi ekonomi) petani tembakau di lahan sawah dan tegal, serta menganalisis dan membandingkan tingkat pendapatan petani tembakau menurut jenis lahan yang diusahakan. Model analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah fungsi keuntungan Cobb-Douglas dengan analisis jangka pendek berdasarkan metode pendugaan Zellner. Alat analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS), Seemingly Unrelated Regression (SUR) tanpa restriksi dan dengan restriksi. Hasil analisis penelitian ini memperoleh hasil bahwa variabel input yaitu pupuk, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh terhadap tingkat keuntungan, sedangkan variabel input bibit tidak berpengaruh. Alokasi penggunaan variabel input pada lahan sawah dan lahan tegal belum optimal kecuali pestisida sehingga belum tercapai keuntungan maksimal. Efisiensi dalam pengalokasian variabel input diperlukan supaya tercapai keuntungan maksimal. Perlu adanya koordinasi antara Asosiasi Petani Tembakau, Pemerintah Kabupaten Temanggung, serta pabrik rokok sehingga tercipta kondisi yang dapat mensejahterakan petani tembakau.
This study explores the diversity of tobacco farming based on the type of land in Temanggung Regency, 2017. Differences of land types cultivated by farmers with it is various implications is an interesting point to be examined. Tobacco commodity is a pre-eminent commodity in Temanggung Regency that has the big income for farmers in Temanggung. Tobacco farming has a very high cost value with a large risk factor, so it needs a study on the behavior of tobacco farmers based on the cultivated type of land. Efficiency in the allocation of factors production, level of soil fertility, climatic factors, capital, and technology used greatly affect the quality and quantity of tobacco production. Good quality and quantity of tobacco will result in income levels obtained by the farmers. The objectives of the study were to analyze and compare the efficiency level (technical efficiency, price efficiency, and economic efficiency) of tobacco farmers in paddy field and tegal, and to analyze and compare the income level of tobacco farmers according to the cultivated type of land. The model of analysis applied in this study is Cobb-Douglas profit function with short-term analysis based on Zellner's estimation method. The analysis tools used are Ordinary Least Square (OLS), Seemingly Unrelated Regression (SUR) without restriction and with restriction. The results of this study obtained results that input variables ie fertilizers, pesticides, and labor influence the level of profit, while the seed input variables have no effect. The allocation of input variables in paddy field and cultivated land has not been optimal except for pesticide so the maximal profit has not been reached yet. Efficiency in the allocation of input variables is required in order to achieve maximum benefit. Cooperation among Tobacco Farmers Association, Temanggung Regency Government, and cigarette factory is needed to create a condition that can prosper the tobacco farmers.
Kata Kunci : Efisiensi, Relatif, Jenis Lahan, Seemingly Unrelated Regression (SUR).