Laporkan Masalah

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Asean Free Trade Agreements dengan China, Jepang, Korea, Australia dan New Zealand

RENINTA DEWI, Prof. Tri Widodo, M.Ec.Dev., Ph.D

2018 | Tesis | S2 SAINS ILMU EKONOMI

Perdagangan internasional di ASEAN dalam bentuk ASEAN + 4 FTA dengan China, Jepang, Korea, Australia dan New Zealand memberikan dampak positif dan negatif bagi negara � negara yang terlibat didalamnya. Penelitian ini menilai kerjasama ASEAN + 4 FTA dan dampaknya dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan GTAP Versi 9, sedangkan analisis kualitatif menggunakan ukuran populasi, GDP, kedekatan geografis, dan product mapping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerjasama ASEAN China FTA merupakan kerjasama perdagangan yang memberikan efek ekonomi yang lebih besar daripada Korea, Jepang, Australia dan New Zealand. Selain itu ada peningkatan kesejahteraan bagi ASEAN dan negara mitra jika terdapat liberalisasi penuh dan perubahan teknis impor dalam bentuk hambatan non tarif (non tariff measures) pada sektor grains dan processed food. Adanya hambatan non tarif menurunkan penjualan domestik untuk semua skema FTA meski dalam jumlah yang tidak terlalu besar dan meningkatkan kegiatan ekspor impor dalam wilayah tersebut.

International trade in ASEAN in the form of the ASEAN + 4 FTA with China, Japan, Korea, Australia and New Zealand provides positive and negative impact to the countries involved. This research assesses ASEAN + 4 FTA and its impacts by using qualitative and quantitative analysis. Quantitative analysis using the GTAP version 9, while qualitative analysis using the population, GDP, geographic proximity, and product mapping. The results of this study shows that ASEAN China FTA was the potential effect that gives the greater potential economic effect than Korea, Japan, Australia and New Zealand. In addition, there is an increase in welfare for ASEAN and its partner countries if there is full liberalisation and and technical change of imports in the form of non tariff barriers in the grains and processed food sector. The existence of non-tariff barriers decreases domestic sales for all FTA schemes even in small quantities and increases import export activities within the region.

Kata Kunci : free trade agreement, Tariff Liberalization, Non Tariff Measures, GTAP Versi 9, Product Mapping,

  1. S2-2018-392030-bibliography.pdf  
  2. S2-2018-392030-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2018-392030-title.pdf