Laporkan Masalah

Analisis Dampak Akses Permodalan terhadap Profitabilitas Industri Mikro dan Kecil di Indonesia

OQUIE YOVY, Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP., Ph.D.

2018 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini menggunakan data hasil survei industri mikro dan kecil tahun 2015 (VIMK15) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karateristik industri mikro dan kecil di Indonesia. Tujuan lainnya untuk melihat pengaruh akses permodalan terhadap profitabilitas industri mikro dan kecil di Indonesia. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis ekonometrik dengan menggunakan analisis regresi berganda metode ordinary least squares (OLS). Hasilnya menunjukan bahwa akses terhadap permodalan signifikan mempengaruhi profitabilitas industri mikro dan kecil. Namun, usaha dengan sumber modal utama dari bank menunjukkan profitabilitas yang lebih rendah sekitar 5,24 persen dibandingkan dengan usaha yang sumber modal milik sendiri. Hal yang serupa juga terjadi pada usaha yang sumber modal utamanya berasal dari koperasi dan lembaga keuangan bukan bank. Usaha dengan sumber modal dari koperasi dan lembaga keuangan bukan bank memiliki tingkat profitabilitas lebih rendah masing-masing sebesar 3,44 persen dan 3,99 persen dibanding usaha dengan modal sendiri. Hasil yang berbeda terjadi pada usaha yang sumber modal utamanya dari modal ventura, pinjaman perorangan, dan pinjaman keluarga justru memiliki tingkat profitabilitas yang lebih tinggi masing-masing sebesar 6,53 persen, 5,09 persen dan 6,41 persen dibandingkan usaha dengan sumber modal milik sendiri. Selain itu juga, jalinan kemitraan dalam penelitan ini signifikan secara statistik dan positif terhadap kinerja industri mikro dan kecil di Indonesia. Temuan ini tentunya akan menjadi masukan yang berharga buat pemerintah, karena sejauh ini pemerintah telah melakukan berbagai langkah terkait upaya peningkatan profitabilitas industri mikro dan kecil baik melalui fasilitas pembiayaan usaha mikro dan kecil sebagai bagian dari pilar keuangan inklusif maupun pembangunan kawasan dan sentra industri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa saat ini Indonesia telah memasuki era perdagangan bebas di kawasan ASEAN yang telah bergulir sejak awal tahun 2016.

This research uses data which is the result of micro and small industry surveys in 2015 (VIMK15) obtained from Statistics Indonesia (BPS). This research aims to explore characteristics of micro and small industries in Indonesia. Another purpose to examine the effect of capital access to the profitability of micro and small industries in Indonesia. The method of analysis in this research is descriptive analysis and econometric analysis by using multiple regression analysis with ordinary least squares (OLS) method. The results show that access to capital significantly affects the profitability of micro and small industries. However, businesses with major capital source of banks show lower profitability of about 5,24 percent compared with businesses that own capital sources. The same thing also happens to businesses whose main source of capital come from cooperatives and non-bank financial institutions. Enterprises with capital source of cooperatives and non-bank financial institutions have lower profitability levels of 3.44 percent and 3,99 percent respectively than those with their own capital. Different results occurred in businesses whose main source of capital from venture capital, individual loans, and family borrowing actually had higher levels of profitability of 6.35 percent, 5,09 percent and 6.41 percent than businesses with capital sources one's own. In Addition, the partnership in this research is statistically significant and positive on the performance of micro and small industries in Indonesia. This finding will certainly be a valuable input for the government, because so far the government has made various steps related to efforts to increase profitability of micro and small industries either through financing facilities of micro and small enterprises as part of the pillars of inclusive finance and development of industrial zones and centers. This is very important considering that Indonesia has now entered the free trade of the ASEAN region that has been rolling since early 2016.

Kata Kunci : Profitabilitas, Akses Permodalan, Industri mikro dan kecil

  1. S2-2018-402182-abstract.pdf  
  2. S2-2018-402182-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-402182-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-402182-title.pdf