Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Trans Jogja
FIKRI REZA KOSASIH, Dr. Eng. Muhammad Zudhy Irawan, S. T., M. T.
2018 | Skripsi |Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia mengatakan angkutan umum di kota Yogyakarta memiliki ketersediaan dan kualitas angkutan di bawah rata-rata nasional. Hal tersebut menyebabkan lebih banyak penduduk di Yogyakarta menggunakan moda transportasi pribadi. Trans Jogja sebagai salah satu angkutan umum tersebut memiliki beberapa kendala di lapangan seperti waktu tunggu yang lama, jumlah penumpang yang banyak, kapasitas penumpang yang terbatas, dan kondisi jalanan yang padat. Evaluasi kinerja diperlukan untuk mengetahui lebih detail beragam kendala tersebut sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan pelayanan angkutan umum Trans Jogja. Evaluasi kinerja yang diteliti adalah waktu tunggu, kecepatan perjalanan, faktor muat rerata, dan jumlah armada seluruh trayek Trans Jogja yang beroperasi. Penelitian menggunakan data pada hari kerja untuk kecepatan perjalanan dan Laporan Kedatangan Bus tanggal 25 April 2016 saat jam puncak yang telah ditentukan, yaitu pukul 13.00 WIB, untuk waktu tunggu, faktor muat rerata, dan jumlah armada. Indikator standar pelayanan menggunakan standar dari Armstrong-Wright dan Thiriez; SK 687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur; dan PM 10/2012 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan. Hasil penelitian menunjukan penggunaan armada yang masih perlu diperbaiki adalah trayek 1B, 2A, 3A, 3B, dan 4A. Seluruh trayek kecuali trayek 1A memiliki waktu tunggu lebih dari 7 menit. Seluruh trayek memiliki kecepatan perjalanan di bawah 30 km/jam sehingga memenuhi standar PM 10/2012. Faktor muat rerata tertinggi terjadi pada trayek 2A dengan nilai 63 % dan terendah pada trayek 1B dengan nilai 24 %. Trans Jogja memerlukan penambahan 9 unit armada agar dapat memenuhi jumlah armada teoritis.
Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia said that public transport in Yogyakarta has availability and quality of transport below the national average. This causes many residents in Yogyakarta use private transport modes. Trans Jogja as one of public transport has some limitation during service such as long waiting times, high number of passengers, limited passenger capacity, and dense traffic. Performance evaluation is required to find out more detail about variety of limitation so that corrective action can be done to Trans Jogja public transport services. Performance evaluation that examined are waiting time, journey speed, average load factor, and number of fleets of entire Trans Jogja operating. The research uses data on weekday for journey speed and Bus Arrival Report dated April 25, 2016 at predetermined peak hours, 01:00 PM, for waiting time, average load factor, and number of fleets. Standard services using a standard indicator of Armstrong-Wright and Thiriez; SK 687/AJ.206/DRJD/2002 on Technical Guidelines for the Implementation of Public Transport in Cities at Fixed Route and Organized; and PM 10/2012 on Minimum Service Standard of Road-Based Mass Transport. The results showed the use of fleet that still need to be improved are route number 1B, 2A, 3A, 3B, and 4A. Entire routes except 1A has a waiting time more than 7 minutes. Entire fleets has maximum journey speed below 30 km/h that qualified the PM 10/2012 standard. The highest average load factor on the route is route number 2A with a value of 63% and the lowest is route number 1B with a value of 24%. Trans Jogja require addition of nine units of fleets in order to meet the number of theoretical fleet.
Kata Kunci : Evaluasi kinerja, Trans Jogja, jam puncak, jumlah armada