ANALISIS FRAMING BERITA KEMATIAN TERDUGA TERORIS SIYONO DALAM HARIAN REPUBLIKA DAN KORAN KOMPAS PERIODE BULAN MARET-MEI 2016
ZOEL ARIEF ISKANDAR, Kuskridho Ambardi, M.A., PH.D.; Dr. Widodo Agus Setianto, M.Si.
2017 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiPenelitian ini ingin menjawab bagaimana Harian Republika dan Koran Kompas membingkai pemberitaan kasus kematian Siyono yang dimuat di kedua surat kabar tersebut periode Maret-Mei tahun 2016. Penelitian ini menggunakan dua surat kabar sebagai objek kajian dan membandingkan framing dari kedua objek tersebut. Penelitian dilakukan dengan menganalisa teks-teks berita mengenai isu kematian terduga teroris Siyono dengan menggunakan perangkat framing Robert. N. Entman sebagai perangkat analisis, meliputi define problem, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Hasil penelitian ini menemukan empat perbedaan dalam pembingkaian dalam pemeberitaan Harian Republika dan Koran Kompas terkait isu kematian terduga teroris Siyono yaitu, Pertama, terdapat perbedaan dalam pendefinisian masalah antara Harian Republika dan Koran Kompas, Harian Republik dalam membingkai kematian Siyono mendefinisikan persoalan kematian Siyono lebih sebagai pelanggara HAM dan tindak pidana, sedangkan Koran Kompas membingkai sebagai pelanggaran standar operasional prosedur (SOP). Kedua, aktor utama yang dianggap menjadi penyebab permasalahan dalam kematian Siyono, Harian Republika menempatkan Densus 88 sedangkan Koran Kompas menganggap Siyono sebagai penyebab utama permasalahan. Ketiga, Nilai-nilai moral yang digunakan kedua surat kabar dalam membingkai berita kematian Siyono terdapat perbedaan. Harian Republika menggunakan hasil autopsi sebagai klaim moral kesewenang-wenangan Densus 88, sedangkan Koran Kompas lebih dengan melakukan stigmatisasi teroris kepada Siyono. Keempat, Penawaran solusi kematian Siyono dalam pemberitaan kedua surat kabar terdapat perbedaan, Harian Republika merekomendasikan penyelesaian menggunakan jalur peradilan pidana, sedangkan Koran Kompas merekomendasikan persidangan etik.
This research aims to answer how Republika and Kompas daily newspaper frame the news of Siyono's death cases which published in both newspapers from March to May 2016. This study uses both newspapers as the object of study and compare the framing of the two objects. The study was conducted by analyzing news texts on the issue of Siyono's death, a suspected terrorist by Robert Framing's models. N. Entmann use the defining problem, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation being used as an analytical tools. The results of this study found four differences in framing related the death's of suspected terrorist Siyono by Republika and Kompas newspaper. First, there is a difference in defining the problem between Republika and Kompas, Republika frame the death's of Siyono more as a violation to human rights and criminal acts, while Kompas newspaper framed the news as a violation of standard operating procedures (SOP). Secondly, Republika put the main cause of problems was Densus 88 as the main actor considered to be in Siyono's death, while Kompas considered Siyono as the main cause of the problem. Thirdly, the moral values used by the two newspapers in framing the news of Siyono's death are different. The Republika used the autopsy result as the arbitrary moral claim of Densus 88, while Kompas more by stigmatizing terrorists to Siyono. Fourth, the offer of Siyono's death solution were different, Republika recommends the settlement using the criminal justice line, while Kompas newspaper recommends an ethical trial.
Kata Kunci : Framing, Media, Terorisme, Hak Asasi Manusia (HAM)