ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA
M IQBAL T SUNARIYA, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, S.Si., M.T., M.Sc.; Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.
2018 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPerubahan penggunaan lahan berpengaruh pada daya dukung lingkungan dan perubahan kondisi lingkungan. Perubahan kondisi lingkungan akan berpengaruh pada persepsi masyarakat. Perubahan penggunaan lahan dari lahan tidak terbangun menjadi terbangun terjadi di Kota Yogyakarta, berakibat pada perubahan kondisi lingkungan dan persepsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui jenis dan luasan perubahan penggunaan lahan di Kota Yogyakarta; (2). Mengitung daya dukung lingkungan Kota Yogyakarta tahun 2006-2016; (3). Mengetahui persepsi masyarakat Kota Yogyakarta terhadap kondisi lingkungan; dan (4). Mengetahui hubungan antara persepsi masyarakat terhadap kondisi lingkungan dengan daya dukung lingkungan di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer berupa wawancara masyarakat, data sekunder berupa citra google earth, data jumlah penduduk dan jumlah kendaraan Kota Yogyakarta tahun 2006 dan 2016. Data dianalisis dengan (1). overlay peta penggunaan lahan; (2). Perhitungan daya dukung dengan perhitungan daya dukung permukiman, daya dukung lahan dan air, daya dukung RTH dan daya dukung bioasbsorben CO2; (3). Analisis deskriptif hasil wawancara persepsi masyarakat. Hasil yang didapat adalah penggunaan lahan dominan permukiman dengan luasan 15,639 Km2 tahun 2006 dan 16,813 Km2 tahun 2016. Daya dukung lingkungan berupa daya dukung permukiman memiliki nilai daya dukung surplus pada tahun 2006 dan 2016, daya dukung lahan, daya dukung air dan daya dukung RTH pada tahun 2006 dan 2016 memiliki nilai daya dukung defisit; dan daya dukung bioasbsorben CO2 memiliki nilai optimum pada tahun 2006 dan nilai defisit pada tahun 2016. Persepsi masyarakat menyatakan bahwa kondisi lingkungan tidak mengalami perubahan karena kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Perbedaan nilai daya dukung lingkungan dengan persepsi masyarakat terjadi pada nilai daya dukung lahan daya dukung air dan daya dukung bioasbsorben CO2. Kondisi ini dikarenakan tingkat pendidikan responden yang rendah sehingga harapan untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan aspek spiritual menjadi hal utama bagi masyarakat.
Land use changes affect the carrying capacity of the environment and changes in environmental conditions. Changes in environmental conditions will affect people's perceptions. Land use change from unbuilt land to be built in Yogyakarta City, resulting in changes in environmental conditions and changes in public perception. This study aims to (1). Analyze the type and area of land use change in Yogyakarta City; (2). Evaluate the environmental carrying capacity of Yogyakarta City in 2006-2016; (3). Asses Yogyakarta people's perception on environmental condition; and (4). Evaluate the relation between perception of society to environmental condition with environmental carrying capacity in Yogyakarta city. This research uses qualitative and quantitative approach. The data used are primary data in the form of community interviews, secondary data in the form of google earth image, population data and the number of vehicles of Yogyakarta City in 2006 and 2016. Data were analyzed by (1). overlay of land use maps; (2). Calculation of carrying capacity with calculation of settlements carrying capacity, land and water carrying capacity, RTH carrying capacity and carrying capacity of CO2 bioasbsorben; (3). Descriptive analysis of the results of interviews of community perceptions. The results obtained are the dominant land use is settlements with an area of 15.639 km2 in 2006 and 16.813 Km2 in 2016. The carrying capacity of the environment in terms of the carrying capacity of the settlement has surplus carrying capacity in 2006 and 2016, land carrying capacity, water carrying capacity and RTH carrying capacity in 2006 and 2016 have deficit carrying capacity; and the carrying capacity of CO2 biasbsorbent has an optimum value in 2006 and deficit value in 2016. Public perception states that environmental conditions have not changed because their basic needs are fulfilled. Differences in environmental carrying capacity with community perception occurred on the carrying capacity of the land carrying capacity of water and the carrying capacity of CO2 biasbsorbent. This condition is caused by low level of respondent education so that the expectation to fulfill the basic needs and spiritual aspect becomes the main thing for the society.
Kata Kunci : daya dukung, persepsi, penggunaan lahan, kota, Yogyakarta