Laporkan Masalah

Correlation Between Anxiety and Emotional Intelligence among Undergraduate Medical Students in Gadjah Mada University

RONA ALI BADJRAI, Dr. dr. Carla R. Marchira, Sp. KJ (K); Dr. Dra. Sumarni, M.Si

2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran mempunya tingkat kecemasan yang lebih tinggi dari mahasiswa seumurannya. Prevalensi kecemasan pada mahasiswa kedokteran adalah 44%, yang berarti kurang dari setengahnya menderita kecemasan dalam kesehariannya. Munculnya kecemasan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan pada lingkungan, permintaan atau ekspektasi yang tinggi untuk menjadi dokter, dan halangan yang dihadapi untuk mencapai tujuan. Hampir semua mahasiswa kedokteran mengalami tekanan yang sama, tetapi yang membedakan adalah bagaimana mereka mengendalikan emosinya. Sudah dibuktikan bahwwa orang dengan kecerdasan yang tinggi dapat menghadapi orang lain dengan mudah, mengatur tekanan dengan cara yang benar, merasa tenang dengan diri dan sekelilingannya, menunjukkan ekspresi dirinya sesuai dengan keadaan, dan menurunkan tingkat kekhawatiran dalam hidupnya. Penelitian ini ditujukan untuk memberitahu bahwa bahwa kecerdasan emosi berpengaruh dalam tingkat kecemasan. Tujuan: Untuk Mengetahui apakah ada korelasi antara kecerdasan emosi dengan kecemasan pada mahasiswa kedoktean tingkat sarjana di fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada angkatan 2014, 2015 dan 2016. Metode: Penelitian ini menggunakan analytic cross-sectional study design. 120 Mahasiswa kedokteran Universitas Gadjah Mada akan diberi dan diminta untuk mengisi kuesioner serta menandatangani kesertaannya dalam mengikuti penelitia ini. Kecemasan akan dinilai menggunakan Taylor Manifest Anxiety Scale, sedangkan kecerdasan emosi akan dinilai menggunakan BarOn Quotient Inventory Youth Version. Hasil dari kedua kuesioner tersebut akan di analisa menggunakan SPSS. Hasil: Dari 120 peserta yang diminta untuk mengisi kuesioner, hanya 95 mahasiswa atau 79,17% yang dapat diikutsertakan ke penelitian ini. Dari 95 peserta, 3 mahasiswa (3,2%) tidak mempunyai kecemasan; 45 mahasiswa (47,4%) dikategorikan mempunyai tingkat kecemasan ringan; 47 mahasiswa (49,5%) dikategorikan mempunyai tingkat kecemasan sedang; dan tidak ada mahasiswa angkatan 2014, 2015, dan 2016 yang mempunyai tingkat kecemasan berat. Dari rerata nilai BarOn Quotient Inventory Youth Version, 43 mahasiswa (45,2%) dikategorikan mempunyai kecerdasan yang lebih tinggi sedangkan 52 mahasiswa (54,7%) dikategorikan mempunya kecerdasan emosi yang lebih rendah dari nilai rerata. Kesimpulan: terdapat korelasi yang bermakna (p < 0.01) antara kecemasan dengan kecerdasan emosi pada mahasiswa fakultas kedokteran di Universitas Gadjah Mada angkatan 2014, 2015, dan 2016.

Background: Prior researches have shown that medical students have higher anxiety level than their same-age peers. The prevalence of anxiety in medical student is 44%, which means that almost half of medical students always feel anxious. The emergence of anxiety comes from several contributing factors; environmental changes, high demand to be a skilful doctor, a hindrance to goal achievement. Almost every student undergoes the same stressors in becoming a doctor, but the difference among them is how they perceive their emotions and anxiety. It is proven that people with high emotional intelligence are able to approach other people easily, handle stress in appropriate way, comfortable with themselves and surroundings, appropriately expressing one's feelings, and less worried about life. This study is to let people know if the students' emotional intelligence will affect the level of the anxiety or not. Objective: To know any correlation between emotional intelligence and the level of anxiety among undergraduate medical students of Gadjah Mada University batch 2014, 2015 and 2016. Method: This research is an observational analytic cross-sectional study design. Total of 120 students will be asked to fill questionnaires and sign an inform consent. The level of anxiety will be assessed using Taylor Manifest Anxiety Scale, while Emotional Intelligence will be assessed using BarOn Quotient Inventory Youth Version. Result from those 2 questionnaires will be analysed using SPSS. Results: Out of 120 participants that were asked to fill out the questionnaire, only 95 subjects completely fill out the questionnaire. Thus, the response rate is 79.17%. From the 95 subjects, three students (3.2%) are having no anxiety; 45 students (47.4%) were categorized to have low anxiety; 47 students (49.5%) were categorized to have moderate anxiety; and no student from batch 2014, 2015, and 2016 were categorized to have severe anxiety. From the average score of BarOn Quotient Inventory Youth Version, 43 students (45.2%) were categorized to higher emotional intelligence and 52 students (54.7%) were categorized to have lower emotional intelligence. Conclusion: There is a significant correlation (p < 0.01) between anxiety level and emotional intelligence among undergraduate medical student of Gadjah Mada University.

Kata Kunci : Anxiety, Emotional Intelligence, Medical Students, Taylor Manifest Anxiety Scale, BarOn Quotient Inventory Youth Version

  1. S1-2017-362209-abstract.pdf  
  2. S1-2017-362209-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-362209-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-362209-title.pdf