PERBANDINGAN KARAKTERISTIK KERUANGAN KOTA DI WILAYAH PESISIR SELATAN DAN TIMUR PULAU YAMDENA
JEINFIER C FAWOTE, Ir. Agam Marsoyo, M.Sc., Ph.D.
2018 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahINTISARI Pembangunan di Pulau Yamdena sebagai daerah pesisir yang dominan terhuni memicu pertumbuhan tata ruang kota melebar (urban sprawling) secara sporadis dan tidak teratur. Letak geografis turut mempengaruhi bentuk dan fungsi keruangan kota. Kota di pesisir terbagi atas dua kategori yaitu berada di laut dalam dan berhadapan dengan luar. Dua wilayah paling banyak terhuni yaitu pesisir selatan, terletak di dalam Teluk Saumlaki dan pesisir timur, berhadapan langsung dengan laut Arafuru. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perbandingan karakteristik keruangan kota di pesisir selatan dan timur Pulau Yamdena dan faktor-faktor penyebab perbedaan keruangan di kedua sisi pesisir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui proses observasi, dokumentasi dan wawancara terhadap pemerintah daerah Kabupaten MTB dan pemerintah desa serta kelurahan setempat, yang dipilih sebagai satuan kasus dengan menggunakan teknik bola salju (snowball technique). Analisis dilakukan dengan cara kaji hubungan fisik-spasial kota dan dinamika masyarakat pesisir. Temuan unit-unit informasi di proses melalui comparative perspective variabel-variabel tertentu dalam menjelaskan perbandingan keruangan kota. Dilanjutkan dengan analisis sebab-akibat untuk mengverifikasi faktor-faktor dominan penyebab perbedaan keruangan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa ditemukan kontras yang jelas berbeda. Karakteristik keruangan kota di pesisir selatan lebih kompleks dibandingkan karakteristik keruangan kota di pesisir timur yang sederhana. Kota di pesisir selatan memiliki karakteristik keruangan yaitu pola campuran dan grid, konfigurasi bangunan heterogen dan beragam, orientasi permukiman menjauhi pesisir pantai, aksesibilitas tinggi, akses infrastruktur penunjang tinggi dan berskala eksternal, dan pemanfaatan ruang pantai sebagai ruang privat dengan multifungsi. Sedangkan kota di pesisir timur memiliki pola ruang grid dan linier, konfigurasi bangunan homogen, orientasi permukiman berada di sekitar pesisir, aksesibilitas tinggi, akses infrastruktur penunjang tinggi dan berskala internal dan pemanfaatan ruang pantai sebagai ruang privat dengan fungsi homogen. Sembilan faktor utama yang menyebabkan perbedaan karakteristik keruangan kota di pesisir selatan dan timur Pulau Yamdena yaitu: topografi, perairan, iklim, jalan, ketersediaan utilitas umum, etnis, mata pencaharian, pembagian lahan dan nilai budaya.
ABSTRACT The development of Yamdena Island as a predominantly populated coastal area triggered sporadic and disorganized urban sprawl growth. Geographical location also influence the shape and function of urban spatial. The coastal city is divided into two categories: in the deep sea and facing the outside. The two most populous areas of the southern coast, located within Saumlaki Bay and east coast, face to face with the Arafuru Sea. This study aims to find a comparison of urban spatial characteristics on the southern and eastern shores of Yamdena Island and the factors causing spatial differences on both sides of the coast. This research uses descriptive-qualitative method through observation process, documentation and interview to local government of MTB Regency and local government and village, selected as case unit using snowball technique. The analysis is done by examining the physical-spatial relationship of the city and the dynamics of coastal communities. Findings of information units in the process through the comparative perspective of particular variables in explaining the city spatial comparison. Followed by a cause-and-effect analysis to verify the dominant factors causing spatial differences. This study resulted in the conclusion that there was a distinctly different contrast. Characteristics of urban spaces on the southern coast is more complex than the characteristics of the urban sprawl on east coast as simple. The southern coastal cities have spatial characteristics of mixed and grid patterns, heterogeneous and diverse building configurations, settlement orientations away from coastal areas, high accessibility, access to high- and external-scale infrastructure, and the use of shore space as a multifunctional private space. While the city on the east coast has a pattern of grid and linear spaces, homogeneous building configuration, settlement orientation around the coast, high accessibility, access to high-support infrastructure and internal scale and the use of shore space as a private space with homogeneous functions. The nine main factors causing differences in urban spatial characteristics on the southern and eastern shores of Yamdena Island are: topography, waters, climate, roads, availability of public utilities, ethnicity, livelihoods, land sharing and cultural values.
Kata Kunci : Kata kunci: Karakteristik, Keruangan Kota, Pembangunan Pesisir