GERAKAN SOSIAL PAGUYUBAN BECAK MOTOR YOGYAKARTA DALAM MEMPERJUANGKAN EKSISTENSINYA
SUHARSONO, Dr. Haryanto, M.A.
2018 | Tesis | S2 Politik dan PemerintahanPenelitian ini adalah mengenai gerakan sosial Paguyuban Becak Motor Yogyakarta dalam memperjuangkan eksistensinya. Sejarah telah mencatat bahwa perubahan yang terjadi di masyarakat tidak jarang bermula dari adanya suatu gerakan sosial politik. Adanya kebijakan Pemerintah dalam UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang tidak mengakui keberadaan becak motor sebagai transportasi umum, menjadikan ancaman bagi eksistensi becak motor. Mayoritas tukang becak motor merupakan warga miskin kota yang pendidikannya masih rendah dan minim ketrampilan sehingga sangat bergantung pada becak motor yang merupakan pekerjaan utama mereka. Para tukang becak motor yang kecewa akan kondisi saat ini dan merasa terancam eksistensinya, kemudian berusaha mengelompokkan dirinya dalam gerakan sebagai upaya untuk mewujudkan legalisasi becak motor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta dalam memperjuangkan eksistensinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari Ketua dan anggota Paguyuban Becak Motor Yogyakarta. Konsep yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah perkembangan gerakan sosial �value-added� Smelser dan strategi gerakan sosial yang meliputi low profile strategy, layering strategy, strategi advokasi, dan critical engangement strategy. Hasil penelitian menujukkan: Pertama, gerakan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta, merupakan gerakan yang termasuk dalam old social movement karena berorientasikan pada isu perjuangan kelas dan ekonomi. Kedua, peran pimpinan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta ternyata sangat vital dan penting bagi perkembangan perjuangan eksistensi becak motor. Ketiga, untuk mempertahankan eksistensinya Paguyuban Becak Motor Yogyakarta menggunakan beberapa macam strategi yakni menjalin kerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, melakukan demonstrasi sebagai bentuk protes bersama, dan terakhir mewujudkan perubahan dengan strategi advokasi.
This research is about social movement of Yogyakarta Motorized Pedicab Society in fighting for its existence. History has noted that changes occurring in society are not uncommon to begin with the existence of a socio-political movement. The existence of Government policy in Law No.22 of 2009 on Traffic and Road Transport that does not recognize motorized pedicab as public transportation, making threat to motorized pedicab existence. The majority of motorized pedicab drivers are urban poor people whose education is still low and minimal skills so that they depend on motorized pedicabs which is their main job. The motorized pedicab drivers who are disappointed in the current condition and feel threatened by their existence, then try to group themselves in the movement as an effort to realize the legalization of motorized pedicabs. This study aims to find out how the strategies used by Yogyakarta Motorized Pedicab Society in fighting for its existence. This research uses qualitative approach with case study method. Data collection techniques were conducted with in-depth interviews and documentation. The main informant consisted of Chairman and members of Yogyakarta Motorized Pedicab Society. The concept used in analyzing this research is the development of social movement "value-added" Smelser and social movement strategies that include low profile strategy, layering strategy, advocacy strategy, and critical engangement strategy. The results showed: First, the movement of Yogyakarta Motorized Pedicab Society, is a movement that belongs to the old social movement because it is oriented to the issues of class struggle and economy. Second, the leadership role of Yogyakarta Motorized Pedicab Society is very vital and important for the development of the struggle of motorized pedicabs existence. Third, to maintain the existence of Yogyakarta Motorized Pedicab Society, it uses some kind of strategy that is to cooperate with Yogyakarta Legal Aid Institute, conduct demonstration as a form of joint protest, and lastly make changes with advocacy strategy.
Kata Kunci : Gerakan Sosial Lama, Strategi Gerakan, Becak Motor/ Old Social Movement, Movement Strategy, Motorized Pedicab