Laporkan Masalah

ANALISIS KEBIJAKAN DIVIDEN RUTIN DAN TIDAK RUTIN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI INDONESIA (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 hingga 2016)

CLAUDIA EVELINA, Kusdhianto Setiawan,Sivilekonom., Ph.D.

2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perbankan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009 hingga 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara bank dengan pembagian dividen rutin dan tidak rutin dalam profitabilitas (ROE), ukuran perusahaan (SIZE), likuiditas (LIQ), pertumbuhan perusahaan (GROWTH) dan safety level (SAFETY). Bank dengan pembagian dividen rutin diberi kode 1, sedangkan bank dengan pembagian dividen tidak rutin diberi kode 0. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel yang lolos kriteria dan digunakan sebagai sampel sebanyak 15 bank, terdiri dari 8 bank dengan pembagian dividen rutin dan 7 bank dengan pembagian dividen tidak rutin. Metode analisis data menggunakan analisis diskriminan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pada variabel profitabilitas, ukuran perusahaan, likuiditas dan safety level, namun tidak pada variabel pertumbuhan perusahaan. Secara bersama-sama, model diskriminan secara signifikan dapat membedakan bank dengan pembagian dividen rutin dan tidak rutin.

This research done towards banking companies listed in Indonesia Stock Exchange from year 2010 to 2016. This research aims to know whether there are differences between bank with routine and non-routine dividend payouts in profitability (ROE), firm size (SIZE), liquidity (LIQ), growth rate (GROWTH) and safety level (SAFETY). Banks with routine dividend payout are coded 1, while banks with non-routine dividend payout are coded 0. The data used in this study is secondary data. Sampling was done by purposive sampling method with the number of samples that passed the criteria and used as a sample of 15 banks, consist of 8 banks with routine dividend payout and 7 banks with non-routine dividend payout. Data analyze using discriminant analysis. The results showed that there was a difference in profitability, firm size, liquidity and safety level, but not on the growth rate of the company. Simultaneously, the discriminant model significantly differentiate banks with routine and non-routine dividend payout.

Kata Kunci : perbankan, kebijakan dividen, rutin, tidak rutin, analisis diskriminan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.