Diplomasi Kemanusiaan Tiongkok Terhadap Filipina
ARIF WICAKSA, Dr. Dafri Agussalim, MA
2018 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalPenelitian ini bertujuan untuk memahami motivasi politik yang melatar belakangi bantuan kemanusiaan yang diberikan Tiongkok terhadap Filipina. Tiongkok dan Filipina merupakan negara yang memiliki permasalahan bilateral sengketa Laut Tiongkok Selatan. Adapun demikian, Tiongkok tetap memberikan bantuan kemanusiaannya kepada Filipina. Tiongkok merupakan negara non-barat yang melibatkan diri sebagai donor kemanusiaan yang selama ini persoalan tersebut didominasi negara barat. Karena Tiongkok tidak memberikan syarat politik sebagaimana syarat dari negara barat, seolah bantuan kemanusiaan Tiongkok bebas dari motivasi politik. Karakteristik bantuan kemanusiaan Tiongkok yang bersifat investasi dan kerjasama bilateral menjadi bukti kepentingan politik Tiongkok dalam bantuan kemanusiaannya. Tiongkok memberikan bantuan kemanusiaan yang terintegrasi dalam bantuan pembangunan dan investasi terhadap Filipina. Tiongkok mendapatkan peran dominan dalam hubungan kerjasama pembangunan dan investasi terhadap Filipina dimana Tiongkok berperan sebagai pengelola proyek pembangunan dan investasi tersebut, mulai dari sumber daya alam hingga tenaga kerja. Filipina pada akhirnya menjadi aktor yang termarjinalisasikan dalam relasi kerjasama pembangunan dan investasi bersama Tiongkok. Adapun hasil lanjutan yang didapatkan Tiongkok dari bantuan kemanusiaan yang diberikannya kepada Filipina selain keuntungan ekonomi adalah Tiongkok mampu meredam konfliknya dengan Filipina dan mengendalikan perilaku Filipina terhadap Tiongkok terkait konflik Laut Tiongkok Selatan.
This research aimed to understand political motivation behind China's humanitarian aid to Philippines. This research is important because China and Philippines are countries which engaged in territorial dispute of South China Sea. Even with the disputed relation, China still gave Philippines humanitarian aid as one of China foreign policy to Philippines. China is a non-western country which engaged itself as humanitarian donor which is mostly dominated by western country. Because China didn't give same political conditions as western countries, China's humanitarian aid looks as if it is free of political interest. Characteristic of China's humanitarian aid which are investation and bilateral cooperation are evidences of Chinese political interest in its humanitarian aid. China gave humanitarian aid which integrated to development aid and investation to Philippines. Chinese took dominant role in its relation with Philippines such as project managerial, natural resources and labor. In this kind of bilateral relations, Philippines become marginalized. Next result that China have beside to economical profit is China be able to mute its conflict with Philippines and control Philippine's behavior on South China Sea dispute.
Kata Kunci : China,Philippines,humanitarian aid,conflict,South China Sea