Laporkan Masalah

KONSTRUKSI PEREMPUAN TANI DALAM KEGIATAN PEMBERDAYAAN BERBASIS MASYARAKAT (Studi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai Supporting Ecotourism di Kabupaten Gunungkidul)

TITIS PUSPITA DEWI, Prof. Dr. Partini, SU; Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si

2018 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Penelitian ini berfokus pada pemaknaan yang terjadi pada individu perempuan tani atau anggota kelompok Ploso Manunggal yang tergabung dalam kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat. Kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat dilakukan untuk memberikan alternatif pendapatan selain usaha pertanian yang rentan terhadap kekeringan. Kelompok Ploso Manunggal adalah kelompok yang dibentuk melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana Lintas Disiplin Universitas Gadjah Mada tahun 2016. Kelompok ini berfokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah yang mengolah produk pangan lokal menjadi oleh-oleh khas Gua Cerme. Kelompok yang beranggotakan 19 orang perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan perempuan tani didukung oleh pemerintah setempat. Dukungan tersebut diberikan mengingat Gua Cerme merupakan potensi wisata di perbatasan wilayah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul yang mampu mendorong munculnya ide pengembangan usaha kreatif. Bulan Agustus-September tahun 2017 dilakukan kajian tentang konstruksi atau pemaknaan oleh peneliti melalui focus group discussion dan in depth interview. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan dari program baru yang sebelumnya tidak pernah dikerjakan oleh perempuan tani serta keberlanjutan usaha yang dimiliki oleh anggota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemaknaan terhadap program yang memberikan pengaruh kepada faktor pendorong dan penghambat dari keberlanjutan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok. Hasil penelitian ini adalah pasca selesainya program pendampingan pada Desember 2016, kelompok Ploso Manunggal tidak lagi melakukan kegiatan baik rutin maupun bulanan seperti yang telah difasilitasi. Anggota kelompok yang merupakan perempuan tani lebih memilih untuk kembali pada usaha pertanian dan perkebunan terutamanya komoditi perkebunan tembakau. Hal ini disebabkan adanya pemaknaan yang mengarahkan pada pemilihan usaha pertanian kembali dengan beberapa alasan seperti kurangnya dukungan dari internal anggota serta adanya anggapan usaha pertanian yang sangat menjanjikan. Faktor penghambat keberlanjutan yang lain adalah adanya konflik kepentingan antara Pemerintah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul di dalam pengelolaan Gua Cerme sehingga memunculkan anggapan kurangnya pangsa pasar bagi produk UMKM yang dipasarkan oleh anggota kelompok. Faktor penghambat tersebut sebelumnya telah diselesaikan dengan bantuan kerjasama secara non formal antar kepala dusun yang menjadi lokasi Gua Cerme namun hal tersebut tidak turut memberikan pengaruh besar pada keberlanjutan kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat dengan UMKM sebagai supporting ecotourism.

This study focuses on the meaning that occurs in individual women farmers or members of the group Ploso Manunggal incorporated in community-based empowerment activities. Community-based empowerment activities are undertaken to provide income alternatives to agriculture that are susceptible to drought. The Ploso Manunggal Group is a group formed through the Community Service Program of Graduate School, Universitas Gadjah Mada in 2016. The group focuses on micro, small, and medium enterprises that process local food products into typical souvenirs of Cerme Cave. The group of 19 women who work as housewives and women farmers are supported by the local government. The support is given considering Cerme Cave is a tourism potential in the border area of Bantul and Gunungkidul districts that are able to encourage the emergence of creative business development ideas. August-September 2017 conducted a study of construction or interpretation by researchers through focus group discussion and in depth interview. This study was conducted to find out the meaning of new programs that had never been done by women farmers and the sustainability of business owned by members. The purpose of this study is to analyze the meaning of the program that gives effect to the driving factors and inhibiting the sustainability of activities carried out by the group. The result of this research is post-completion of mentoring program in December 2016, Ploso Manunggal group no longer doing routine or monthly activities as it has been facilitated. Group members who are women farmers prefer to return to agriculture and plantation business especially tobacco plantation commodities. This is due to the meaning that leads to the selection of agricultural enterprises again with several reasons such as lack of support from internal members and the assumption of agricultural business is very promising. Another inhibiting factor of sustainability is the conflict of interest between Bantul District Government and Gunungkidul in the management of Cerme Cave, thus raising the assumption of a lack of market share for MSME products marketed by group members. The inhibiting factors were previously resolved with the assistance of non-formal cooperation between the head of the hamlet that became the location of Cerme Cave but it did not contribute greatly to the sustainability of community-based empowerment activities with MSMEs as supporting ecotourism.

Kata Kunci : pemberdayaan, perempuan tani, UMKM, konstruksi, keberlanjutan/empowerment, women farming, MSME, construction, sustainability

  1. S2-2015-392449-abstract.pdf  
  2. S2-2015-392449-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-392449-tableofcontent.pdf