PENGARUH PEMBENTUKAN BIOFILM TERHADAP CLINICAL OUTCOME PASIEN ULKUS DIABETIK RAWAT INAP DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
WAHYU TRI HAPSARI, Ika Puspita Sari, M.Si., Apt., PhD.;dr. Rizka H. Asdie, Sp.PD- KPTI
2018 | Tesis | S2 Magister Farmasi KlinikUlkus diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes yang memerlukan terapi lama dan memiliki resiko utama berupa amputasi. Resiko amputasi meningkat 50% pada ulkus diabetik yang mengalami infeksi. Selain infeksi, adanya biofilm merupakan isu baru yang dapat mempengaruhi perkembangan ulkus diabetik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah bakteri penyebab ulkus yang ditemukan memiliki kemampuan pembentukan biofilm dan mengetahui hubungan kemampuan pembentukan biofilm terhadap clinical outcome pasien ulkus diabetik pasien rawat inap RSUP Dr. Sardjito. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan desain cohort prospective yang dilakukan di bangsal rawat inap RSUP Dr. Sardjito pada pada periode 27 September 2017 sampai 27 Desember 2017. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil swab dasar luka untuk dilakukan pemeriksaan pengujian kultur bakteri dan sensitifitas serta uji kemampuan bakteri membentuk biofilm menggunakan metode kristal violet, clinical outcome dinilai berdasarkan skoring kriteria PEDIS diamati dari awal pasien masuk hingga selesai rawat inap atau pada kontrol pertama pasca rawat inap. Dilakukan analisis deskriptif untuk mengatahui pengaruh kemampuan pembentukan biofilm terhadap clinical outcome pasien ulkus diabetik yang menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Terdapat 15 kasus rawat inap ulkus diabetik dan diperoleh 28 isolat bakteri, 29% isolat bakteri yang ditemukan memiliki kemampuan membentuk biofilm lemah. Dari 8 bakteri dengan kemampuan pembentukan biofilm 100% merupakan bakteri Gram negatif dengan Pseudomonas aeruginosa (25%) dan Klebsiella pneumoniae (25%) merupakan organisme yang dominan. Clinical outcome 5 kasus ulkus dengan bakteri yang memiliki kemampuan pembentukan biofilm 20% membaik, 60% menetap dan 20% memburuk. Hubungan kemampuan pembentukan biofilm terhadap clinical outcome belum dapat disimpulkan.
Diabetes is a progressive disease which leads to many complications. As one of diabetes complications, diabetic foot ulcer may need longer therapy and caused amputation. Infection in diabetic foot ulcer increase amputation by 50%. Infection also elongated antibiotics use duration and induce antibiotic resistance. Besides, biofilm is another issue that complicate diabetic foot ulcer. This research was done to determine biofilm forming activity of bacteria that cause infection in diabetic foot ulcer and the effect to patient outcome of hospitalized patient of diabetic foot ulcer in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. This study was held on ward in Dr. Sardjito hospital from 27 September to 27 December 2017, using observational cohort prospective method. The swab from deep ulcer was taken from patient with diabetic foot ulcer that meet inclusion and exclusion criteria, tested for culture and sensitivity and the biofilm forming ability using crystal violet method, outcome was taken from patient medical record and direct observational. Follow up was held during hospitalization until first checked up after hospitalization using PEDIS criteria. Fourteen patient participated, with 15 hospitalization case. From these samples, yielded 28 bacterial isolates, 29% of it have weak biofilm forming activity. All of bacteria with biofilm forming activity were Gram negative bacteria, the most common bacteria was P. Aeruginosa (25%) and K. Pneumoniae (25%). Clinical outcome from five patients that had biofilms forming properties was improved (20%), unchanged (60%) and worsened (20%). The effect of biofilm forming on clinical outcome cannot be determine yet.
Kata Kunci : ulkus diabetik, biofilm, pasien rawat inap, clinical outcome