KAJIAN KUALITAS AIR SUNGAI DI WILAYAH PERTAMBANGAN BIJIH BESI (Studi Kasus: PT. SILO, Kecamatan Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan)
ASRI PRASANINGTYAS, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng., Sc;Dr. M. Widyastuti, M.T
2018 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPenelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kualitas air limbah yang dihasilkan oleh perusahaan pertambangan bijih besi, (2) Menganalisis kualitas air sungai pada bagian aliran sungai sebelum dan setelah adanya masukan air limbah dari kegiatan pertambangan, serta setelah adanya kegiatan masyarakat, (3) Mengevaluasi dampak kualitas air sungai terhadap kesehatan masyarakat sekitar wilayah pertambangan PT. SILO. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder. Data primer bersumber dari hasil uji laboratorium dan wawancara, yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menjabarkan kualitas air limbah pertambangan, kualitas air sungai dan dampak kualitas air sungai terhadap kesehatan masyarakat sekitar wilayah pertambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter kualitas air limbah, sudah memenuhi nilai ambang batas baku mutu air limbah dengan hasil pengujian TSS: 6,8 mg/l, pH: 6,37, besi (Fe): 1,18 mg/l, mangan (Mn): 0,91 mg/l, seng (Zn): 0,6068 mg/l, tembaga (Cu): 0,0416 mg/l, timbal (Pb): 0,0293 mg/l, nikel (Ni): 0,2986 mg/l, khromium (Cr6+) 0,001 mg/l sehingga limbah tambang yang dihasilkan sudah layak untuk dialirkan ke badan air sungai. Pada bagian sungai sebelum terpengaruh oleh kegiatan pertambangan, parameter Mn dan Zn melebihi baku mutu air minum. Pada bagian sungai setelah adanya masukan air limbah dari kegiatan pertambangan parameter Fe, Mn, Zn dan Cu melebihi baku mutu air minum, sedangkan pada bagian sungai setelah adanya masukan air limbah dari kegiatan pertambangan dan kegiatan masyarakat parameter TSS, Fe, Mn, Zn, Cu dan Ni melebihi baku mutu air minum. Masyarakat sekitar wilayah pertambangan tidak merasakan adanya dampak kesehatan dari kualitas air sungai yang tidak sesuai dengan baku mutu air minum, dikarenakan masyarakat tidak lagi menggunakan air sungai sebagai sumber air minum dan kebutuhan konsumsi, melainkan digunakan untuk keperluan MCK, mencuci, membilas hasil tangkapan ikan dari laut.
This study aims : (1)Analyze the quality of waste water produced by iron ore mining companies, (2) Analyze the quality of river water in the watershed before and after the input of waste water from mining activities, and after the existence of community activities, (3) Evaluated impact of river water quality on public health around mining area of ���¢�¯�¿�½�¯�¿�½���¢�¯�¿�½�¯�¿�½PT. SILO. The data used in this study are primary and secondary. Primary data are sourced from the results of laboratory tests and interviews, which are analyzed using qualitative descriptive analysis to describe the quality of mining wastewater, the quality of river water and the impact of river water quality on public health around the mining area. The results showed that all parameters of wastewater quality, already meet the threshold value of waste water quality standard with TSS test result: 6.8 mg / l, pH: 6.37, iron (Fe): 1.18 mg / l, manganese (Mn): 0.91 mg / l, zinc (Zn): 0.6068 mg / l, copper (Cu): 0.0416 mg / l, lead (Pb): 0.0293 mg / l, nickel (Ni ): 0.2986 mg / l, chromium (Cr6+) 0.001 mg / l so that the resulting mine waste is feasible to flow into the river. In the river section prior to being affected by mining activities, the parameters of Mn and Zn exceed the drinking water quality standard. In the river section after the input of waste water from the mining activities of Fe, Mn, Zn and Cu parameters exceed the drinking water quality standard, while in the river part after the input of waste water from the mining activities and the community activities of TSS, Fe, Mn, Zn, Cu and Ni parameters exceed the drinking water quality standard. Communities around the mining area do not feel the health impact of river water quality that is not in accordance with drinking water quality standards, because the community no longer use river water as a source of drinking water and consumption needs, but used for the purpose of washing, washing, rinsing the catch of fish from Sea.
Kata Kunci : Kualitas air sungai, kualitas air limbah, dampak pertambangan biji besi, baku mutu air