Logoterapi "Temuan Makna" untuk Mengurangi Tingkat Depresi Narapidana
IRGAHAYU MADHINA, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D.
2018 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiPemantauan tren kematian di dalam Lapas pada media selama tahun 2016 oleh Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat Indonesia menemukan bahwa angka kejadian bunuh diri sebagai sebab kematian narapidana di dalam Lapas masih cukup tinggi. Bunuh diri merupakan sebab kedua kematian narapidana di Lapas setelah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain subjek tunggal (single-case) A-B-A. Instrumen yang digunakan adalah Beck Depression Inventory II (BDI-II) untuk skrining partisipan, ceklis perilaku depresi sebagai instrumen pengukuran utama, dan ceklis perilaku hidup bermakna sebagai cek manipulasi. Partisipan penelitian berjumlah 3 orang laki-laki narapidana yang mendapatkan vonis penjara lebih dari 1 tahun di dalam Lapas. Intervensi logoterapi dilaksanakan selama 4 pertemuan dalam 1 minggu. Uji hipotesis menggunakan inspeksi visual dengan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian ini juga dilengkapi dengan analisis kualitatif. Logoterapi "Temuan Makna" yang dilaksanakan dalam studi ini dilakukan dalam bentuk intervensi kelompok.
Monitoring report on the trend of death in prisons in the media during 2016 conducted by the Association of Indonesian Legal Aid Society found the rate of suicide as the cause of death of the prisoners in prisons is still quite high. Suicide is the second leading cause of death of inmates in prisons after the illness. The research method used in the study was the quasi-experiment with A-B-A single-case design. The instruments used are Beck Depression Inventory II (BDI-II) for participant screening, a checklist of depression behaviors as the primary measurement instrument, and a life behavioral checklist as the manipulation check. The participants of the study amounted to 3 male prisoners who are serving sentences of longer than 1 year in prison. The logotherapy interventions were held in 4 meetings in a week. Using visual inspection with in-depth analysis and inter-condition analysis for the hypothesis test, this study was also equipped by qualitative analysis. The Logoterapi "Temuan Makna" conducted in this study was in the form of group intervention.
Kata Kunci : Logoterapi, Depresi, Narapidana, Logotherapy, Depression, Prisoners