Laporkan Masalah

POLA SALURAN DAN EFISIENSI PEMASARAN KOPI ARABIKA DI KABUPATEN NGADA

MARIA CLARA MAU, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS; Prof.Dr.Ir Masyhuri

2018 | Tesis | S2 MANAJEMEN AGRIBISNIS

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis efisiensi pemasaran kopi arabika berdasarkan margin pemasaran, farmer apostrof s share, rasio keuntungan dan biaya, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran kopi arabika dan (3) mengetahui tingkat monopoli pada setiap lembaga pemasaran kopi arabika di Kabupaten Ngada. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 59 orang petani yang diambil secara acak dan 10 orang pedagang yang diambil dengan teknik snowball sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Data dianalisis menggunakan analisis margin pemasaran, farmer apostrof s share, rasio keuntungan dan biaya, tingkat monopoli pada setiap lembaga pemasaran kopi dan Analisis Regresi Linier Berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran kopi arabika yang dianalisis dengan menggunakan software E-views 9.0. Berdasarkan hasil penelitian pola saluran pemasaran kopi arabika di Kabupaten Ngada yang terbentuk ada 3 pola saluran pemasaran yakni (1) Petani ke Unit Pengolahan Hasil ke PT. Indocom (gelondong merah), (2) Petani ke Unit Pengolahan Hasil ke PT. Indocom (kulit tanduk) dan (3) Petani ke Pedagang Pengumpul Kecamatan ke Pedagang Pengecer ke Konsumen (kopi biji). Saluran pemasaran yang relatif efisien terdapat pada saluran kedua karena memiliki nilai marjin pemasaran yang kecil dan farmer apostrof s share paling tinggi. Secara keseluruhan pemasaran kopi arabika di Kabupaten Ngada sudah efisien. Faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran kopi arabika di Kabupaten Ngada adalah volume pemasaran dan dummy pengolahan kopi. Tingkat monopoli lembaga pemasaran setiap saluran pemasaran berbeda. Pada saluran pertama nilai monopoli indeks paling tinggi terdapat pada Unit Pengolahan Hasil sedangkan pada saluran ketiga nilai monopoli indeks paling tinggi terdapat pada pedagang pengecer. Petani diharapkan untuk memilih saluran pemasaran yang relatif lebih efisien yang memberikan pendapatan lebih tinggi. Saluran pemasaran yang efisien untuk petani kopi arabika di Kabupaten Ngada adalah saluran pemasaran kedua karena memiliki nilai farmer apostrof s share yang paling tinggi.

This research is aimed to (1) analyze the marketing efficiency of Arabica Coffee based on marketing margin, farmer apostrof s share, cost and profit ratios, (2) analyze the factors that influence the marketing margin of Arabica coffee, and (3) discover the level of monopoly on each marketing institution of Arabica coffee in Ngada Regency. The numbers of respondent in this research are 59 farmers which taken randomly and 10 traders/merchants that derived from snowball sampling technique. The method used in this research is descriptive analysis method. The data is analyzed by using the analyzes of marketing margin, farmer apostrof s share, cost and profit ratios, the level of monopoly on each marketing institution of Arabica coffee and Multiple Linear Regression Analysis to analyze the factors that influence the marketing margin of Arabica coffee through E-views 9.0 software. According to the research results of marketing channel pattern of Arabica coffee in Ngada Regency, there are 3 marketing channel pattern that formed, namely (1) (1) Farmers to Product Processing Unit to PT. Indocom (red log), (2) Farmers to Product Processing Unit to PT. Indocom (hard skin/parchment) and (3) Farmers to Collected Traders to Retailers to Consumers (coffee bean). the relatively efficient marketing channel is the second channel due to the low value of marketing margin and the conceive a highest farmer apostrof s value. Overall, the marketing of Arabica coffee in Ngada Regency has been efficient. The factors that influence the marketing margin of Arabica coffee in Ngada Regency are marketing volume and coffee processing dummy. The level of monopoly of marketing institutions in each marketing channel is different. In the first channel, the highest monopoly index is acquired by Product Processing Unit while in the third channel; the highest monopoly index is acquired by retailers. Farmers are expected to select the marketing channel which relatively more efficient in providing high income. The efficient marketing channel for farmers of Arabica coffee in Ngada Regency is the second marketing channel due to its high value of farmer apostrof s share.

Kata Kunci : analisis regresi linier berganda, efisiensi pemasaran, kopi arabika, saluran pemasaran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.