Laporkan Masalah

EXPERIENCE ON IMPLEMENTATION OF E-PROCUREMENT IN YOGYAKARTA MUNICIPALITY

MIFTAHUL HIDAYAT, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D

2018 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Pentingnya penelitian ini adalah untuk mengetahui perbaikan yang terjadi setelah pelaksanaan e-procurement di Kota Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi proses pengadaan setelah E-procurement diimplementasikan di Kota Yogyakarta dan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor pendorong di balik peningkatan efisiensi proses E-procurement dan menilai apakah faktor-faktor ini dapat ditingkatkan untuk kemajuan kegiatan E-procurement. dan proses di masa depan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksploratif deskriptif, yang menjelaskan fenomena yang terjadi di masyarakat atau wilayah, yaitu memahami topik dan menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak. Data kualitatif diperoleh dari wawancara langsung dengan aparat pemerintah daerah. Sedangkan data sekunder diperoleh dari data literatur dan dokumen, kemudian data diolah dan dideskripsikan melalui analisis kualitatif. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Studi ini menemukan empat jenis efisiensi: Efisiensi Anggaran, Efisiensi Waktu, Efisiensi Distribusi, dan Efisiensi Organisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari tahun 2008 sampai 2015, efisiensi anggaran rata-rata adalah 13,20%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada penyebaran peserta dan pemenang penawaran yang berasal dari berbagai daerah dibandingkan hanya dari daerah Istimewa Yogyakarta pada awal e-procurement pada tahun 2008. Setelah melalui beberapa proses pembinaan dari LKPP atau "proses modernisasi intensif", dan konsultasi dengan Seksi Organisasi, Bappeda Kota Yogyakarta dan DPRD, ULP Kota Yogyakarta menjadi kantor pengadaan tetap dan independen pada bulan September 2016, atau mencapai Tingkat 3 sesuai dengan kategorisasi LKPP tentang pengadaan institusi, yang mengindikasikan adanya efisiensi organisasi. Studi ini juga menemukan bahwa teori lokasi dan transportasi oleh Wingo dan Alonso masih berlaku dalam hal pelaksanaan e-procurement di Kota Yogyakarta dimana lokasi masih memiliki faktor penting sebagai keunggulan komparatif. Keunggulan komparatif ini menjadi elemen penting dalam katalog E-Regional di Kota Yogyakarta.

The importance of this research is to find the improvement after the implementation of e-procurement in Yogyakarta Municipality. This research objectives are to evaluate the procurement process after E-procurement is implemented in Yogyakarta Municipality and to identify and analyze driving factors behind the improved efficiency of E-procurement process and assess whether these factors can be improved for the betterment of E-procurement activities and processes in the future The method used in this study is descriptive explorative approach, which explains a phenomenon that occurs in the community or region, that is understanding the topic and determine whether a phenomenon exists or not. The qualitative data obtained from direct interview with local government apparatus. While the secondary data obtained from the literature and document data, then the data is processed and described through qualitative analysis. This study uses purposive sampling. This study found four kinds of efficiency: Budget Efficiency, Time Efficiency, Distribution Efficiency, and Organizational Efficiency. The results of this study show that from 2008 to 2015, the average budget efficiency was 13.20%. The results of this study also indicate that there is a spreading of participants and winners of bidding coming from various regions compared to only from the Special Region of Yogyakarta region at the beginning of e-procurement in 2008. After going through some process of guidance from LKPP or intensive modernization processes, and consultation with Organizational Section, Bappeda of Yogyakarta Municipality and the local parliament, the ULP of Yogyakarta Municipality became a permanent and independent procurement office in September 2016, or reached Level 3 according to the LKPP's categorization of procurement institutions, that indicates an organizational efficiency. This study also found that proves the theory of location and transportation by Wingo and Alonso still valid where location still drives as important factors as comparative advantages. This comparative advantages use as important element in Regional E-catalogue

Kata Kunci : E-procurement, experience, Yogyakarta Municipality


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.