Laporkan Masalah

KEMITRAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILTY: SALING MENGUNTUNGKAN DARIPADA MELAKUKAN PEMBERDAYAAN (Studi Program Kemitraan di Salah Satu Perusahaan Semen)

BETI NUR HAYATI, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D;Drs. Suparjan, M.Si

2018 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Kemitraan menjadi salah satu strategi program Corporate Social Responsibility di sebuah perusahaan, utamanya pada program yang bersifat pemberdayaan dengan harapan dapat berkelanjutan. Namun pada pelaksanaannya masih terdapat kemitraan dalam program pemberdayaan yang tidak berkembang. Meskipun perusahaan telah berinvestasi dana besar terhadap program tersebut. Hal serupa juga terjadi pada program batik cap pewarna alami CSR PT. Semen Gresik pabrik Tuban. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kemitraan pada program pemberdayaan masyarakat melalui batik cap pewarna alami CSR PT. Semen Gresik pabrik Tuban tersebut cenderung tidak berkembang. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori konflik Ralf Dahrendorf untuk menganalisa penyebab kemitraan dalam program batik cap pewarna alami tidak berkembang. Konsep dari teori Dahrendorf yang dipakai adalah mengenai kepentingan dan dominasi. Selain itu, peneliti juga menggunakan konsep pemberdayaan dan kemitraan sebagai alat analisis. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah metode penelitian kualitatif dekriptif. Melalui menggunakan metode penelitian ini, peneliti dimungkinkan untuk mendalami penyebab kemitraan dalam program pemberdayaan masyarakat melalui batik cap pewarna alami tidak berkembang. Informan dari penelitian ini adalah Bina Lingkungan PT. Semen Gresik pabrik Tuban, Koalisi Perempuan Ronggolawe selaku mitra, penerima program, konsumen, serta pemerintah desa. Lokasi penelitian berada di Desa Karanglo dan Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kemitraan dalam program pemberdayaan masyarakat melalui program batik cap pewarna alami tidak berkembang karena kemitraan dalam program ini hanya sebagai jargon. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Pertama prinsip kemitraan tidak berjalan dengan baik. Terdapat dominasi dari satu aktor yaitu Koalisi Perempuan Ronggolawe yang berperan sebagai mitra pendamping program dari perencanaan sampai implementasi program. Sehingga kemitraan yang terjalin dalam program batik cap pewarna alami mendekati kemitraan jenis pseudo partnership. Kedua, konsep pemberdayaan yang dimaknai sempit oleh pemrakarsa program membuat program batik cap pewarna alami kurang sesuai dengan prinsip pemberdayaan. Selain itu adanya perbedaan kepentingan dari masing-masing aktor dibalik kemitraan batik cap pewarna alami membuat tujuan program tidak tercapai sebagaimana mestinya. Sehingga kemitraan hanya dipakai oleh aktor di dalamnya sebagai legitimasi admnistratif untuk memperoleh keuntungan.

Partnership become one of Corporate Social Responsibility strategy in a company, especially in empowerment program. But in practice there is still a partnership in empowerment programs that did not develop well. Although the company has invested a lot of money to funding the program. It also happens in batik cap pewarna alami program CSR of PT. Semen Gresik Tuban plant. The program partnered with Koalisi Perempuan Ronggolawe. Koalisi Perempuan Ronggolawe is NGO who have position as partner in batik cap pewarna alami program. PT. Semen Gresik Tuban plant has invested Rp180,000,000 to procure this community empowerment program. But after the assistance of this program ends, beneficiaries choose to quit of making batik cap. This study aims to determine the cause of the partnership on community development programs through batik cap pewarna alami CSR PT. Semen Gresik Tuban plant tend not developed well. In this study, researchers used theory of caonflict by Ralf Dahrendorf to analyze the causes of partnership in batik cap pewarna alami did not develop well. The concept of theory Dahrendorf is about interest and domination. In addition, researchers also used concept of empowerment and partnership as an analytical tool. The method used by the researchers is a qualitative research method. Through using this qualitative method, researchers be able to explore the causes of partnerships in community development programs through batik cap pewarna alami did not develop. The research location is in the village of Desa Karanglo and Gaji, District Kerek, Tuban The result of showed that the cause of partnership in community development program throught batik cap pewarna alami did not develop well caused by several things. First the domination of one actor in partnership, namely Koalisi Perempuan Ronggolawe that acts as a companion partner program. So the partnership that exists in the batik cap pewarna alami programs close to pseudo partnership type. Secondly the concept of empowerment is interpreted narrowly by the initiator of program makes the programs did not accordance with the principle of empowerment. Besides the difference in the interest of each actor behind the partnership in batik cap pewarna alami male the programs goal are not achieved properly. So the partnership is only used by actors as a tool to gain legitimacy.

Kata Kunci : Kemitraan, CSR, Kepentingan, Pemberdayaan

  1. S2-2018-404178-bibliography.pdf  
  2. S2-2018-404178-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2018-404178-title.pdf