Prevalensi Gangguan Elektrolit Serum pada Pasien Diare dengan Dehidrasi Usia Kurang dari 5 Tahun di RSUP Dr. Sardjito Tahun 2013-2016
ROSYIDA AVICENNIANING TYAS, dr. Wahyu Damayanti, Sp.AK, M.Sc; dr. Eggi Arguni, M.Sc, Ph.D, Sp.A
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Hingga saat ini, diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Pada anak dengan diare, semakin muda usia anak, semakin besar resikonya untuk kehilangan cairan dan elektrolit yang akan mengarah pada dehidrasi. Salah satu komplikasi lanjutan dari dehidrasi pada diare adalah gangguan elektrolit serum. Tujuan: Untuk mengetahui prevalensi gangguan elektrolit serum pada pasien diare dengan dehidrasi usia kurang dari 5 tahun di RSUP Dr. Sardjito tahun 2013- 2016 serta karakteristik klinis pasien dan untuk mengetahui hubungan antara derajat dehidrasi terhadap gangguan elektrolit serum. Metode: Penelitian retrospektif-deskriptif dengan rancangan cross sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien diare dengan dehidrasi usia kurang dari 5 tahun yang menjalani rawat inap atau rawat intensif di RSUP Dr. Sardjito tahun 2013-2016. Perbedaan dari masing-masing variabel dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan signifikansi p<0,05. Hasil: Jumlah pasien yang memenuhi kriteria selama tahun 2013-2016 adalah 173 pasien, tetapi hanya ada 115 pasien yang memiliki data rekam medis lengkap. Dari 115 pasien yang memiliki hasil pemeriksaan laboratorium, 70 diantaranya mengalami gangguan elektrolit serum. Jenis gangguan elektrolit serum yang paling banyak dialami adalah hipokalsemia (17,34%), diikuti oleh hiponatremia dan hipokalemia, masing-masing sebanyak 13,29%. Dari 173 pasien diare dengan dehidrasi, 64,74% berjenis kelamin laki-laki, 43,35% berusia 12-35 bulan, 83,24% pasien mengalami gejala muntah, 52,6% pasien disertai demam dan 4,62% pasien mengalami dehidrasi berat. Tidak ada hubungan yang signifikan antara derajat dehidrasi terhadap gangguan elektrolit (p=0,243). Kesimpulan: Prevalensi gangguan elektrolit serum pada pasien diare dengan dehidrasi usia kurang dari 5 tahun yang menjalani rawat inap atau rawat intensif di RSUP Dr. Sardjito tahun 2013-2016 adalah 40,46%.
Background: Until now, diarrhea is still one of the world health problem, primarily in developing country such as Indonesia. In children with diarrhea, the younger the child, the greatest the risk that fluid and electrolyte losses will lead to dehydration. One of the complication of dehydration in diarrhea is serum electrolyte disorder. Objective: To determine the prevalence of serum electrolyte disorder in diarrhea patients with dehydration less than 5 years in Dr. Sardjito Hospital on 2013-2016 and the patient clinical characteristics, and to determine the relationship of dehydration level to serum electrolyte disorder. Methods: This was retrospective-descriptive study with cross sectional design using secondary data from medical records of diarrhea patients with dehydration less than 5 years admitted to pediatric ward or pediatric intensive care unit in Dr. Sardjito Hospital on 2013-2016. The differences in each variable analyzed using Chi-Square with the significance of p<0,05. Results: Of the total 173 patients those met the criteria during 2013-2016, there were only 115 patients with complete medical records. From total 115 patients with laboratory examination result, serum electrolyte disorder was observed on 70 patients. The major serum electrolyte disorder noted were hypocalcemia (17,34%), followed by hyponatremia and hypokalemia in 13,29%, respectively. Of 173 diarrhea patients with dehydration, 64,74% were males, 43,35% were aged between 12 to 35 months, 83,24% patients had vomiting, 52,6% patients had fever, and 4,62% patients had severe dehydration. There was no significant relationship of dehydration level to serum electrolyte profile (p=0,243). Conclusion: The prevalence of serum electrolyte disorder in diarrhea patients with dehydration less than 5 years admitted to pediatric ward or pediatric intensive care unit in Dr. Sardjito Hospital on 2013-2016 is 40,46%.
Kata Kunci : diare, dehidrasi, gangguan elektrolit serum