Pengetahuan Remaja SMA Negeri 3 Surakarta tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga
YOSUA STEFANUS LIYANTO, dr. Wikan Basworo, Sp.F.; dr. IBG. Surya Putra Pidada, Sp.F.; dr. Hendro Widagdo, Sp.F.
2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Berdasarkan data yang ada, angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terus meningkat di Indonesia. Namun hal ini merupakan fenomena gunung es dimana jumlah kejadian sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah kejadian yang dilaporkan. Pengaruh budaya, agama, dan nilai-nilai lokal yang telah dianut oleh masyarakat sejak dahulu kala menyebabkan kasus KDRT cenderung untuk tidak dilaporkan dan tidak perlu mendapat perhatian khusus. Menurut penelitian yang telah ada, ditemukan bahwa pandangan atau sikap masyarakat terhadap KDRT masih sangat kurang. Sedangkan tingkat pengetahuan masyarakat khususnya remaja di Indonesia tentang kekerasan dalam rumah tangga belum pernah diteliti sehingga belum banyak data. Untuk mengurangi angka KDRT di masa yang akan datang diperlukan peningkatan pengetahuan remaja tentang KDRT. Sebelum dilakukan intervensi, perlu diketahui tingkat pengetahuan remaja tentang KDRT dan mengetahui adanya perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang KDRT berdasarkan jenis kelamin dan jurusan kelas. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja SMA Negeri 3 Surakarta tentang KDRT, untuk mengetahui cara remaja SMA Negeri 3 Surakarta selama ini dalam memperoleh pengetahuan tentang KDRT, untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat pengetahuan remaja SMA Negeri 3 Surakarta tentang KDRT berdasarkan jenis kelamin dan jurusan kelas. Metode: Penelitian dilakukan secara analitik observasional dengan desain cross-sectional. Subyek merupakan remaja SMA Negeri 3 Surakarta. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Surakarta. Dilakukan analisis tingkat pengetahuan berdasarkan jenis kelamin dan jurusan kelas menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menggunakan 281 sampel penelitian. 63% subyek pernah mendapatkan pengetahuan tentang KDRT, terbanyak melalui: internet, media sosial, televisi dan radio. 71% laki-laki memiliki tingkat pengetahuan tentang KDRT yang rendah, 57% perempuan memiliki tingkat pengetahuan tentang KDRT yang rendah, 61% remaja jurusan IPA memiliki tingkat pengetahuan tentang KDRT yang rendah, dan 64% remaja jurusan IPS memiliki tingkat pengetahuan tentang KDRT yang rendah. Terdapat perbedaan proporsi yang bermakna pada tingkat pengetahuan tentang KDRT berdasarkan jenis kelamin (p=0,022). Terdapat perbedaan proporsi namun tidak bermakna pada tingkat pengetahuan tentang KDRT berdasarkan jurusan kelas (p=0,831). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan remaja SMA Negeri 3 Surakarta tentang KDRT terkategorikan baik. Sebagian besar remaja pernah mendapatkan pengetahuan tentang KDRT melalui media internet, media sosial, televisi dan radio. Terdapat perbedaan proporsi yang bermakna pada tingkat pengetahuan tentang KDRT berdasarkan jenis kelamin. Terdapat perbedaan proporsi namun tidak bermakna pada tingkat pengetahuan tentang KDRT berdasarkan jurusan kelas.
Background: Based on data in Indonesia, domestic violence (DV) cases keep increasing in Indonesia. These cases are iceberg phenomenon where the real cases are fewer than cases reported. These are influenced by culture, religion, and local values that have been embraced by society since the beginning of time, thus DV cases are not reported and don't need special attention. According to existing research shown that perspective or attitude of the society on DV is still poor. Whereas society's level of knowledge especially teenagers in Indonesia hasn't been much researched, thus there are no data. To reduce DV cases in the future, increasing teenagers' knowledge about DV is needed. Before doing intervention, it is needed to be known teenagers' level of knowledge about DV and difference teenagers' level of knowledge about DV based on sex and class. Objectives: to know knowledge level of teenagers of Public Senior High School 3 Surakarta about DV, to know how teenagers of Public SHS 3 Surakarta obtain knowledge about DV, to know difference of knowledge level of teenagers of Public 3 SHS Surakarta about DV based on sex and class. Methods: this research is an analytic observational study with cross-sectional design. Subject is teenagers of Public SHS 3 Surakarta. Research took place in Public SHS 3 Surakarta. Level of knowledge based on sex and class were analysed using Chi-Square tests. Results: This research is using 281 samples. 63% of the subjects have received knowledge about DV, mostly from: internet, social media, television and radio. 71% of men have low knowledge level of DV, 57% of women have low knowledge level of DV, 61% of science class students have low knowledge level of DV, and 64% of social class students have low knowledge level of DV. There was a significant proportional difference in level of knowledge about DV based on sex (p = 0,022). There was a proportional difference but not significant in level of knowledge about DV based on class (p = 0,831). Conclusion: Level of knowledge of teenagers of Public SHS 3 Surakarta about DV is well. Most of the teenagers of Public SHS 3 Surakarta have received knowledge about DV, mostly through: internet, social media, television and radio. There was a significant proportional difference in level of knowledge about DV based on sex. There was a proportional difference but not significant in level of knowledge about DV based on class.
Kata Kunci : kekerasan dalam rumah tangga, forensik klinik, remaja, SMA Negeri 3 Surakarta, tingkat pengetahuan, perbedaan, jenis kelamin, jurusan kelas