Laporkan Masalah

EKSPRESI mRNA p53 MUTAN PADA BERBAGAI GAMBARAN KLINIKOHISTOPATOLOGI PENDERITA KANKER OVARIUM DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

ASEP TASLIM, Dr. dr. Diah Rumekti Hadiati, Sp.OG(K)., M.Sc.; dr. Ardhanu Kusumanto, Sp.OG(K)

2018 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Latar belakang: Kanker ovarium merupakan salah satu keganasan ginekologi terbanyak ketujuh di seluruh dunia dan di Indonesia menempati urutan kelima sebagai penyebab kematian. Faktor gejala awal penyakit yang tidak khas dan tidaknya adanya pemeriksaan awal yang efektif, maka pasien biasanya datang sudah stadium lanjut, dengan angka survival rate 5 tahun sekitar 54,8%. Karena prognosis yang buruk ini, maka banyak dilakukan penelitian untuk menentukan indiator prognostik yang paling baru. Akhir-akhir ini, penelitian ditujukan pada tingkat gen yang berperan dalam apoptosis, termasuk pemeriksaan p53. Tujuan: Untuk mendeskripsikan ekspresi mRNA p53 mutan pada berbagai gambaran klinikohistopatologi (stadium, derajat differensiasi, tipe histopatologi, sel ganas pada asites dan volume residu) penderita kanker ovarium. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional pada pasien yang telah tegak terdiagnosis kanker ovarium pada tanggal 1 Juni 2015-31 Desember 2016. Pemeriksaan mRNA p53 mutan dilakukan dengan RT-PCR yang berasal dari blok parafin jaringan kanker ovarium. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji Chi Square dan korelasi koefisien kontingensia. Hasil: Jumlah sampel yang memenuhi kritreia inklusi dan eksklusi sebanyak 46 sampel. Tidak terdapat hubungan ekspresi mRNA p53 mutan dengan stadium kanker ovarium (RP=0,791; CI 0,552-1,133; p=0,203) dan kekuatannya sangat lemah (r=0,184); derajat differensiasi kanker ovarium (RP=1,087; CI 0,8441,400; p=0,686) dan kekuatannya sangat lemah (r=0,097); tipe histopatologi kanker ovarium (RP=1,190; CI 0,753-1,881; p=0,447), dan kekuatannya sangat lemah (r=0,111); volume residu kanker ovarium (RP=1,120; CI 0,698-1,797; p=0,635) dan kekuatannya sangat lemah (r=0,070). Terdapat hubungan yang bermakna antara mRNA p53 mutan dengan ada tidanya sel ganas pada asites (RP 1,500; CI 1,109-2,030; p=0,029) dan kekuatannya sedang (r=0,420). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara ekspresi mRNA p53 mutan dengan stadium kanker ovarium, derajat differensiasi kanker ovarium, tipe histopatologi kanker ovarium dan volume residu kanker ovarium. Terdapat hubungan antara ekspresi mRNA p53 mutan dengan ada tidaknya sel ganas pada asites.

Background: Ovarian cancer is one of the most severe gynecological malignancies ranked seventh worldwide and ranked fifth in Indonesia. The symptoms are not typical and the absence of an effective early detection test makes the patient usually comes in advanced stage, with a 5-year survival rate about 54.8%. Because of this poor prognosis, many researches had been done to determine the most recent prognostic indicator. More recently, the research has aimed at the level of genes that play a role in apoptosis, including p53. Objective: To describe the expression of mutant p53 mRNA in various features of clinical histopathology (stage, grade, histopathology type, malignant cells in ascites and residual volume) of ovarian cancer patients. Methods: This study used a cross sectional study design in ovarian cancer patiens on June 1 st , 2015 until December 31 st , 2016. Evaluation of mutant p53 mRNA with RT-PCR derived from paraffin blocks of ovarian cancer tissue. Data analyzed using SPSS with Chi Square test and correlation coefficient contingensia. Results: The number of samples that fit the criteria of inclusion and exclusion are 46 samples. There was no significant relationship expression of mutant p53 mRNA with ovarian cancer stage (RP=0.791; CI 95% 0.552-1.133; p=0.203) and its strength was very weak (r=0.184); ovarian cancer grade (RP=1.087; CI 95% 0.844-1.400; p=0.686) and the strength was very weak (r=0.097); histopathologic type of ovarian cancer (RP=1.190; CI 95% 0.753-1.881; p=0.447), and its strength was very weak (r=0.111); residual volume of ovarian cancer (RP=1.120; CI 95% 0.698-1.797; p=0.635) and its strength was very weak (r=0.070). There was a significant relationship expression of mutant p53 mRNA with presence of malignant cells in ascites (RP=1.500; CI 95% 1.109-2.030; p=0.029), and moderate strength (r=0.420). Conclusions: There was no relationship between expression of mutant p53 mRNA with stage of ovarian cancer, ovarian cancer grade, histopathologic type of ovarian cancer and residual volume. There was a significant relationship between expression mutant p53 mRNA and presence of malignant cells in ascites.

Kata Kunci : Kanker ovarium, ekspresi mRNA p53 mutan, stadium, derajat differensiasi, tipe histopatologi, sel ganas pada asites, volume residu, ovarian cancer, expression mutant p53 mRNA, cancer stage, cancer grade, histopathology type, malignant cells in ascites


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.