Pendidikan Perdamaian untuk Perempuan (Studi Kasus: Sekolah Perempuan untuk Perdamaian Jakarta Timur dan Poso)
JABAL ANITA INDRIANI, Dr. Diah Kusumaningrum, M.A.
2018 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPendidikan perdamaian merupakan proses mengubah individu, baik anak-anak, remaja maupun dewasa, dalam menghindari perilaku kekerasan dalam mengatasi konflik dan menciptakan kondisi damai di semua level kehidupan. Dalam kondisi konflik, potensi perempuan pada fungsi-fungsi perdamaian seringkali terlupakan dan hanya ditempatkan pada posisi korban, meski kenyataan di lapangan menunjukkan perempuan ikut memulai upaya perdamian informal pada jaringan-jaringan akar rumput. Maka sebagai bagian yang setara dalam masyarakat, penting bagi perempuan dapat dilibatkan dan diperhitungkan dalam proses perdamaian yang lebih formal. Pendidikan perdamaian yang berperspektif gender dalam hal ini diharapkan dapat membuka jalan bagi partisipasi perempuan dalam meja-meja perundingan. Penelitian ini kemudian melihat penerapan pendidikan perdamaian di dua daerah dengan ciri konflik yang berbeda, yaitu Jakarta Timur dan Kabupaten Poso. Pendidikan perdamaian yang diterapkan secara kreatif pada Sekolah Perempuan untuk Perdamaian di kedua daerah terbukti memberi manfaat positif bagi pemberdayaan perempuan di kedua wilayah ini.
Peace education is the process of transforming individuals, children, adolescents and adults, in avoiding violent behavior in resolving conflicts and creating peaceful conditions at all levels of life. In conflict situations, women's potentials for peace functions are often forgotten and placed only in the victim's position, despite the facts show that women are starting to initiate informal peace efforts on grassroots networks. So as an equal part in society, it is important for women to be involved and taken into account in the more formal peace process. Peace education with gender perspective in this regard is expected to pave the way for women's participation in negotiating tables. Then, this research looks at the application of peace education in two regions with different conflict characteristics, namely East Jakarta and Poso District. Peace education that is applied creatively at the Women's School for Peace in both regions has proven to be a positive benefit for women's empowerment in both areas.
Kata Kunci : Perdamaian, Perempuan, Pendidikan Perdamaian, Sekolah Perempuan, Sekolah Perdamaian, Konflik, Kekerasan, Peace, Women, Peace Education, Women School, Conflict, Violence